Hubungan Karakteristik Petrofisika Log Terhadap Nilai Proksimat Pada Lapisan Batubara Formasi Muara Enim - Anggota M2 Lapangan Batubara Tanjung Enim, Cekungan Sumatera Selatan
SANDRI ERFANI, Dr. Jarot Setyowiyoto; Dr. D Hendra Amijaya
2017 | Tesis | S2 Teknik GeologiSumatera memiliki sekitar 45% dari total cadangan batubara Indonesia yang terhitung. Cadangan batubara di Sumatera Selatan 18,13 milyar ton. Lokasi batubara terdapat di kabupaten Muara Enim, Lahat, Musi Banyuasin dan Musi Rawas. Mutu cadangan batubara pada umumnya berjenis lignit dengan kandungan kalori antara 4800-5400 Kcal/kg. Daerah penelitian (Formasi Muara Enim) merupakan bagian dari Cekungan Sumatera Selatan. Sebagai daerah yang memiliki potensi batubara yang melimpah maka diperlukan suatu penelitian untuk dapat diaplikasikan lebih lanjut dalam pengembangan potensi batubara terutama di daerah penelitian. Pelitian ini mencoba menghubungkan nilai proksimat dengan data log geofisik serta dibantu dengan uji statistik, sehingga melalui pendekatan tersebut diketahui nilai-nilai proksimat dengan menghasilkan suatu persamaan empiris untuk dibawa pada sumur-sumur lain yang tidak memiliki sampel proksimat melalui interpretasi sensitivitas log geofisika terhadap parameter nilai proksimat hasil uji laboratorium. Hasil dari hubungan antara regresi parameter petrofisika log dan parameter petrofisika pada daerah penelitian menunjukkan adanya hubungan positif antara parameter ash content terhadap log bulk density (RHOB) dengan derajat korelasi sebesar 58% dan fixed carbon (FC) dan log sonic dengan derajat korelasi sebesar 48%, serta hubungan dengan korelasi negatif antara parameter inherent moisture (IM) dan log NPHI dimana derajat korelasinya sebesar 91%. Formula empiris yang dihasilkan yaitu: Ash = 8625,6 dikali RHOB3 ditambah 34680 dikali RHOB2 dikurang 46409 dikali RHOB dikurang 20667, FC = 0,0044 dikali Sonic3 dikurang 6,6885 dikali Sonic2 ditambah 3393,9 dikali Sonic dikurang 573893 dan IM = minus 0,3144 dikali NPHI ditambah 40,476.
Sumatra has approximately 45% of total known Indonesian coal reserve. Coal reserve in South Sumatera is 18.13 terraton. The coal reserve is located in several regencies namely Muara Enim, Lahat, Musi Banyuasin and Musi Rawas. The quality of the coal reserve is commonly lignit with calorie content between 4800 � 5400 kcal/kg. Research area (Muara Enim Formation) is a part of South Sumatra Basin. As a region which has abundant coal reserves, we need a study to be applied further in the development of the coal potential, especially in the research area. This research is trying to correlate proximate value with geophysical data log supported by statistical test, so that through the approach the proximate values are known by yielding an empirical equation to be brought to other wells which do not have proximate values from laboratory test result. The result of correlation between regression of petrophysic log parameter and petrophysic parameter in the area of the research shows that there is a positive correlations between ash-content parameter to bulk-density log (RHOB), the degree of correlation is 58% and correlation between fixed carbon (FC) to sonic logs with the degree of correlation is 48%, and negative correlation between the parameters inherent moisture (IM) to log NPHI, the degree of correlation is 91%. Empirical formulas are:: Ash = 8625,6 dikali RHOB3 ditambah 34680 dikali RHOB2 dikurang 46409 dikali RHOB dikurang 20667, FC = 0,0044 dikali Sonic3 dikurang 6,6885 dikali Sonic2 ditambah 3393,9 dikali Sonic dikurang 573893 dan IM = minus 0,3144 dikali NPHI ditambah 40,476.
Kata Kunci : Coal, petrophysics, proximate