GEOLOGI DAN KARAKTERISTIK SERPIH FORMASI TUBAN DAERAH GENAHARJO KABUPATEN TUBAN SEBAGAI SUMBERDAYA MIGAS NON KONVENSIONAL HIDROKARBON SERPIH
MUCHAMAD OCKY BAYU N, Dr. D Hendra Amijaya; Dr. Ferian Anggara.
2017 | Tesis | S2 Teknik GeologiDaerah penelitian berada di daerah Genaharjo Kabupaten Tuban Propinsi Jawa Timur dengan koordinant Lintang : koordinant Lintang 6 derajat 56 menit 0 detik hingga 7 derajat 0 menit detik dan Bujur 112 derajat 2 menit 0 detik hingga 112 detik 6 menit 30 detik termasuk dalam Cekungan Jawa Timur Utara dan Dalaman Kening. Berdasarkan urutan stratigrafi, Formasi Tuban berumur Miosen AwalTengah yang diendapkan selaras diatas Formasi Kujung dan tidak selaras dengan Formasi Paciran diatasnya. Secara Regional Formasi Tuban didominasi oleh litologi batulempung, lanau, serpih dan napal dengan lingkungan pengendapan transisi hingga neritik luar. Daerah penelitian memiliki morfologi dataran dengan karakter litologi batuan berbutir halus yang memiliki deskripsi makroskopis berupa batulempung, batulanau, napal dan serpih. Struktur sedimen yang berkembang berupa laminasi dan masif. Identifikasi fosil foram menunjukan batuan lempung Formasi Tuban berumur N4-N13 (Blow, 1969) berkisar Miosen Awal-Tengah dan diendapkan di lingkungan neritik hingga laut dalam. Fomasi Tuban dibagi menjadi 5 litofasies yang di tentukan berdasarkan identifikasi makroskopis, mikroskopis dan X-Ray Difraction (XRD) yaitu : Massive Siliceous Claystone, Massive Fossiliferous Siliceous Siltstone, Massive Calcareous Claystone, Laminated Silty Calcareous Claystone dan Laminated Siliceous Claystone. Mineral utama yang terkandung dalam batuan berupa mineral silika dengan persentase 30-50 Wt%, mineral karbonat dengan persentase 20-40 Wt%, mineral lempung dengan persentase 10-20 Wt% dan mineral minor seperti mineral anhidrit dan pirit dengan persentase 1-5 Wt%. Berdasarkan analisis geokimia organik, batuan lempung Formasi Tuban didaerah penelitian memiliki nilai TOC 0.12 - 0.63% (poor-fair). Hasil Rock Eval Pyrolisis menunjukan nilai S1: 0-0.01, S2 : 0.01, S3 : 0.19-0.26, Tmax : 320-321 derajat celcius, HI : 2-3 dan OI : 40-54 yang menunjukan kualitas buruk dan tipe hidrokarbon IV (Non Source). Tipe kerogen mayoritas berupa vitrinit dengan nilai dengan nilai 43 sampai dengan 85 % sedangkan kerogen minoritas berupa liptinit dan inertinit dengan nilai 5-10 %. Nilai tersebut menunjukan material organik yang dominan adalah tumbuhan tingkat tinggi. Batuan induk belum matang ditunjukan oleh nilai Vitrinite Reflectance yang kecil yaitu 0.23 sampai dengan 0.34% Ro. Perhitungan Brittleness Index berdasarkan komposisi mineral dan TOC menunjukan nilai 0.67-0.86 yang menunjukan High Brittle. Porositas total batuan berkisar antara 3.37-6.13% yang menunjukan potensi reservoar yang cukup baik. Parameter hidrokarbon serpih seperti geologi, geokimia dan mineralogi harus terelaborasi satu sama lain untuk menentukan sebuah potensi. Dalam penelitian ini parameter geokimia batuan induk menunjukan hasil yang buruk (tidak potensial), sehingga batuan berbutir halus Formasi Tuban daerah Genaharjo Kabupaten Tuban secara umum tidak berpotensi sebagai sumberdaya migas Hidrokarbon Serpih.
The research area is located in Genaharjo Kabupaten Tuban East Java Province on Latitude : 6 degree 56 minute 0 second to 7 degree 0 minute 0 second and Longitude 112 degree 2 minute 0 second to 112 degree 6 minute 30 secondwhich is within North East Java Basin and Kening Trough. Based on regional stratigraphic, Tuban Formation was conformably deposited in Early Miocene to Middle Miocene above Kujung Formation and unconformably overlaid by Paciran Formation. Tuban Formation composed dominantly by claystone, siltstone, shale and marl with transition to outer neritic environment. Morphology of research area is dominantly plain with lithology composed by fine grained rocks like claystone, siltstone, shale and marl. Sedimentary structure identified are lamination and masive. Tuban Formation ages is N9-N17 in range Middle to Late Miocene with neritic untill deep marine environment based on foraminifera fossil identification. Tuban Formation is devided into 5 litofacies that is determined by macroscopies, microscopies and XRD analysis, they are : Massive Siliceous Claystone, Massive Fossiliferous Siliceous Siltstone, Massive Calcareous Claystone, Laminated Silty Calcareous Claystone dan Laminated Siliceous Claystone. The main mineral that contain in the rocks are silica, carbonate and clay minerals. The percentage of silica is about 30-50 Wt%, carbonate is about 20-40 Wt% and clay minerals is about 10-20 Wt%. The minor mineral like anhydrite and pyrite is about 1- 5 Wt%. Organic geochemical analysis shows TOC value 0.12 until 0.63% (poor-fair), Rock Eval Pyrolisis S1: 0-0.01, S2 : 0.01, S3 : 0.19-0.26, Tmax : 320-321 celcius, HI : 2- 3 dan OI : 40-54 which is showing poor quality and Non Source kerogen (Type IV). Kerogen type is dominated by vitrinite with 43 until 85 % whereas minor kerogen are liptinite and inertinite with 5 - 10%. The value indicated that the organic material dominatly come from higher plant or terestrial plant. The source rock is immature that is shown by low Vitrinite Reflectance value, 0.23 until 0.34% Ro. Brittlenes Index calculation from mineral composition and TOC resulted in high brittle criteria with value of 0.67-0.86. Good reservoir is indicated by total porosity value of 3.37- 6.13% Defining a potential of shale hydrocarbon resources should be integrating geological, geochemistry and minerolgy aspect. In this research, the geochemical parameter has poor result (not potential), so the conclusion is that the fine grained rocks of Tuban Formation in Genaharjo area is not potential for shale hydrocarbon resources.
Kata Kunci : shale hydrocarbon, shale gas, serpih, Formasi Tuban