THE CORRELATION OF FAMILY'S PERCEPTION ABOUT SMOKING IN THE HOUSE WITH THE LEVEL OF SMOKING
AGUSTIAN WINARNO P, Dra. R.A Yayi Suryo Prabandari, M.Si., Ph.D, Dr. Retna Siwi Padmawati, MA
2017 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTERLatar Belakang: Tembakau membunuh lebih dari setengah penggunanya dan menyebabkan sekitar enam juta orang di seluruh dunia meninggal di usia dini setiap tahunnya. Merokok tidak hanya membahayakan perokok saja, tetapi juga membahayakan orang-orang di sekitar perokok yang menghirup asap rokok atau yang biasa disebut perokok pasif. Persepsi keluarga mengenai kebiasaan merokok dan dukungan mereka terhadap pengurangan aktivitas merokok dapat menyebabkan perubahan perilaku yang disebabkan oleh disonansi kognitif. Dalam penelitian ini kami mencoba untuk mencari tahu dapatkah persepsi keluarga mengubah tingkat merokok di dalam rumah. Tujuan: Untuk mengukur korelasi antara persepsi keluarga terhadap merokok di dalam rumah dengan tingkat merokok. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian potong lintang. Data penelitian ini menggunakan data sekunder dari survei berjudul "Survei Perilaku Merokok dalam Keluarga (Kuesioner Laki-Laki dalam Keluarga)" dari Quit Tobacco Indonesia yang diadakan pada tahun 2008 yang melibatkan 380 perokok laki-laki di Yogyakarta. Uji chi-square digunakan untuk mencari korelasi antar variabel. Hasil: Hubungan antara persepsi keluarga mengenai merokok di dalam rumah dengan tingkat merokok menunjukan bahwa sebanyak 196 responden dengan keluarga yang tidak mendukung perilaku merokok di dalam rumah memiliki level merokok yang termasuk dalam golongan baik. Hasil ini memiliki nilai P sebesar 0,015 (p < 0,05) dan nilai kontingensi koefisien (r) sebesar 0,118. Kesimpulan: Persepsi keluarga mengenai merokok di dalam rumah mempunyai pengaruh pada tingkat merokok di dalam rumah. Keluarga harus memberitahukan pendapat mereka apabila mereka tidak mendukung aktivitas merokok di dalam rumah karena dengan begitu perokok akan memiliki tingkat merokok yang lebih baik atau jumlah rokok yang dihisap di dalam rumah lebih sedikit.
Background: Tobacco kills up to half of its users and causes about six million people across the world to die each year with the majority of these deaths occurring prematurely. Smoking not only harm the health of the smokers but also people around them, who inhaled the smoke from the cigarette or what we called as passive smokers. Perceptions of family about smoking behavior and their support in smoking cessation might cause behavioural change due to cognitive dissonance. This research tried to find out whether the family's perception changes level of smoking inside the house. Objective: To understand the correlation between family's perceptions of smoking inside the house with the level of smoking. Method: This research was a cross sectional analytical study. This research used secondary data of the Survey "Survei Perilaku Merokok dalam Keluarga (Kuesioner Laki-Laki dalam Keluarga)" from the Quit Tobacco Indonesia conducted in 2008 which involved 380 male smokers in Yogyakarta. Chi-square test was used to find the correlation of unpaired variables. Result: The correlation between family's perceptions about smoking with smoking behavior inside the house showed that as much as 196 respondents whose family disliked the smoking behaviour inside the house have a good level of smoking. This result has p-value of 0,015 (p < 0,05) and coefficient contingency (r) value of 0,118. Conclusion: Family's perceptions about smoking inside the house has significant influence towards the level of smoking. Therefore, if there were family members who were against smoking inside the house they should tell smoker about their opinion because smoker will have better level of smoking inside the house or less cigarette smoked inside the house.
Kata Kunci : tembakau, perilaku merokok, disonansi kognitif, pengaruh sosial, perubahan perilaku