Laporkan Masalah

Comparison Of Psychotic Profiles Between Benzodiazepine User And Non-Benzodiazepine User Based On Minnesota Multiphasic Personality Inventory 2 (Mmpi-2) Test

ULINUHA AFLAH HANIF, dr. Silas Henry Ismanto, Sp. KJ.; dr. Irwan Supriyanto, Ph. D.

2017 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTER

Latar belakang: Masalah penyalahgunaan narkoba meningkat sebagai ancaman kesehatan masyarakat di seluruh dunia yang disertai dengan masalah kesehatan dan sosial yang disebabkan oleh obat yang ditentukan oleh efek psikoaktif obat tersebut, prosedur administrasi, dan manifestasi perilaku sindrom ketergantungan obat. Depresan sistem saraf pusat (SSP) yang biasanya disebut obat penenang termasuk sebagai salah satu dari tiga kelompok besar obat resep yang umumnya digunakan secara nonmedis atau disalahgunakan. Salah satu depresan SSP adalah kelompok obat benzodiazepine. Kecanduan diyakini sebagai salah satu efek samping penyalahgunaan benzodiazepine. Ketergantungan dapat mengubah profil psikotik, yang merupakan salah satu profil kesehatan terkait mental. Karena MMPI-2 secara luas digunakan untuk menilai kesehatan mental yang memiliki beberapa skala terkait psikometri, MMPI-2 dapat digunakan untuk menilai profil psikotik yang berhubungan dengan kecanduan benzodiazepine. Tujuan: Untuk menemukan hubungan antara kecanduan benzodiazepine dan peningkatan profil psikotik dengan membandingkan hasil uji MMPI-2 pengguna dan non-pengguna benzodiazepine di Yogyakarta. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-analitik dengan metode potong-lintang. Subyek penelitian adalah pasien dengan kecanduan benzodiazepine kronis di bangsal psikiatri RS Sardjito dan pasien praktek swasta psikiater. Setelah subjek didiagnosis dengan kecanduan benzodiazepine, skala yang terkait dengan profil psikotik diperiksa menggunakan tes MMPI-2. Tes ini dilakukan untuk orang-orang yang dinyatakan sebagai non-pengguna benzodiazepine. Kedua hasil tes akan dianalisa dan dibandingkan bersama dengan fitur demografi subyek. Hasil: Usia rata-rata dari kelompok pengguna benzodiazepine (33.41) lebih tua dari kelompok kontrol (31.20). Kedua kelompok pengguna benzodiazepine (97.4%) dan kelompok kontrol (97.5%) sebagian besar berjenis kelamin laki-laki. Jumlah subjek menikah lebih tinggi pada kelompok pengguna benzodiazepine (66.7%) dibandingkan kelompok kontrol (57.5%). Status pendidikan untuk kelompok kontrol lebih tinggi dari kelompok pengguna benzodiazepine, dengan status pendidikan seluruh kelompok control berada di tingkat Diploma/Sarjana, dibandingkan dengan status pendidikan dari 82.1% kelompok pengguna benzodiazepine adalah sekolah tinggi atau di atas tingkat pascasarjana. Tujuh dari diuji skala MMPI-2 menunjukkan perbedaan rata-rata yang signifikan untuk kedua kelompok dan memiliki hubungan yang signifikan dengan kecanduan benzodiazepine. Kesimpulan: Ada hubungan antara kecanduan benzodiazepine dan peningkatan profil psikotik. Status pendidikan secara signifikan berhubungan dengan profil psikotik pada orang dengan kecanduan benzodiazepine.

Background: Drug abuse problem rises as a worldwide public health threat accompanied by health and social problem similarities caused by drugs which mainly determined by their psychoactive effects, administration procedure, and drug dependence syndrome behavioral manifestations. Central nervous system (CNS) depressants which usually named to sedatives and tranquilizers are included as one of the three large groups of prescription drugs which are commonly nonmedical used or abused. One of the CNS depressants is benzodiazepines drug group. It is believed that addiction is one of the benzodiazepine abuse side effect. Addiction may alter psychotic profile which is one of the mental health related profile. Since MMPI-2 is widely used to assess mental health which has some psychometric related scales, MMPI-2 can be used to assess psychotic profiles which associated to benzodiazepine addiction. Objective: To find the association between benzodiazepine addiction and increased psychotic profiles by comparing MMPI-2 test result of benzodiazepine user and non-user in Yogyakarta. Method: This study is descriptive-analytical study with cross-sectional method. Study subjects are patients with chronic addiction to benzodiazepine at Sardjito Hospital psychiatry ward and psychiatrists’ private practice patients. After the subject is diagnosed with benzodiazepine addiction, his/ her scales which are related to psychotic profiles are checked using MMPI-2 test. The test is done to people who are declared as non-benzodiazepine users. Both test results will be analysed and compared along with subjects’ demographic features. Result: The mean age of benzodiazepine user group (33.41) is older than the control group (31.20). Both benzodiazepine user (97.4%) and control (97.5%) groups are mostly male in gender. The number of married subject is higher in benzodiazepine user group (66.7%) than control group (57.5%). Educational status for control group is higher than benzodiazepine user group, with whole control group educational statuses are in the Sarjana/Diploma level, compared to benzodiazepine user group educational statuses which 82.1% of them are high school or above graduate level. Seven of tested MMPI-2 scales showed significant mean difference for both groups and significant association with benzodiazepine addiction. Conclusion: There is an association between benzodiazepine addiction and increased psychotic profiles. Educational status is significantly associated to psychotic profiles in people with benzodiazepine addiction.

Kata Kunci : profil psikotik, MMPI-2, benzodiazepine

  1. S1-2017-350856-abstract.pdf  
  2. S1-2017-350856-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-350856-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-350856-title.pdf