PARTISIPASI KELOMPOK TANI MANGROVE DALAM PENGELOLAAN HUTAN MANGROVE KOTA PASURUAN
SESARIA HADIANI, Dr. Ir. Dwita Hadi Rahmi, M.A ; Ir. Kawik Sugiana, M. Eng., Ph. D.
2017 | Tesis | S2 Perencanaan Kota dan DaerahRusaknya hutan mangrove seringkali dikaitkan dengan kebiasaan buruk masyarakat, padahal saat ini tidak sedikit masyarakat yang telah berperan aktif untuk menjaga kelestarian hutan mangrove, salah satunya diwujudkan dalam pembentukan kelompok tani mangrove. Adanya kelompok tani mangrove ternyata memberikan dampak positif tersendiri terhadap keberlanjutan hutan mangrove di Kota Pasuruan. Indikatornya yaitu berkurangnya alih fungsi lahan secara signifikan dan luas hutan mangrove yang semakin meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan hutan mangrove, mengetahui partisipasi kelompok tani mangrove, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi kelompok tani mangrove. Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk mengetahui prioritas pelestarian hutan mangrove melalui pemberdayaan kelompok, sehingga selain bertujuan menjaga keseimbangan ekologi juga dapat meningkatkan kesejahteraan anggota kelompok dan masyarakat pada umumnya. Penelitian ini dilakukan pada delapan kelurahan yang memiliki potensi hutan mangrove di Kota Pasuruan. Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu deduktif dengan metode gabungan kualitatif dan kuantitatif. Data yang digunakan yaitu data primer melalui wawancara secara mendalam ke ketua kelompok tani mangrove serta data sekunder terkait pengelolaan mangrove. Partisipasi kelompok diukur melalui jenis partisipasi, pelibatan dalam tiap tahapan, dan proses partisipasi. Adapun metode analisis yang digunakan yaitu analisis spasial untuk mengetahui perkembangan mangrove, serta metode perceptual map dan analisis kualitatif untuk mengetahui partisipasi kelompok tani mangrove dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama kurun waktu tahun seribu sembilan ratus sembilan puluh sampai dua ribu lima belas, hutan mangrove di Kota Pasuruan semakin bertambah luasannya setelah sebelumnya terjadi alih fungsi hutan. Hal tersebut tidak terlepas dari partisipasi kelompok tani mangrove, yang berkontribusi melalui enam jenis partisipasi yaitu tenaga, sosial, uang, harta benda, keterampilan dan buah pikiran. Selain itu, dari hasil analisis tahapan dan proses partisipasi, diperoleh temuan dari delapan kelompok, hanya lima yang statusnya masih aktif dan tiga yang sedang mati suri dikarenakan beberapa faktor. Adapun faktor yang mempengaruhi partisipasi kelompok terbagi menjadi faktor internal individu yaitu pekerjaan, pengetahuan, manfaat yang diperoleh ; internal kelompok yaitu kepemimpinan, solidaritas anggota ; dan eksternal yaitu kebijakan, program, situasi politik, dan komunikasi yang baik antar stakeholder.
The destruction of mangrove forest is often associated with bad habits of society, whereas today there are not a few people who have actived in preserving mangrove forests, one of which is manifested in the formation of mangrove farming groups. The existence of mangrove farming groups has a positive impact on the sustainability of mangrove forests in Pasuruan. The indicator is the reduction of land conversion significantly and the increasing mangrove forest area. This study aims to determine the development of mangrove forests, to know the participation of mangrove farmer groups, and to identify factors that influence the participation of mangrove farmer groups. The results of this study can be used to determine the priority of mangrove forest conservation through group empowerment, so in addition to maintaining ecological balance can also improve the welfare of members of the group and society in general. This research was conducted on eight urban villages that have potential for mangrove forest in Pasuruan City. The research approach used is deductive with qualitative and quantitative combined method. The data used are primary data through in-depth interviews to the head of mangrove farmer group and secondary data related to mangrove management. Group participation is measured by type of participation, involvement in each stage, and participation process. The method of analysis used is spatial analysis to determine the development of mangrove, and the method of perceptual map and qualitative analysis to determine the participation of mangrove farmer groups and the factors that influence it. The results showed that during the period of nineteen ninetee to two thousand fifteen, mangrove forests in Pasuruan City increased in size after the previous conversion of forest functions. This can not be separated from the participation of mangrove farmer groups, which contribute through six types of participation is energy, social, money, property, skills and ideas. In addition, from the results of the analysis of stages and participation processes, obtained findings from eight groups, only five whose status is still active and three who are suspended animated due to several factors. The factors that influence group participation are divided into internal factors of the individual is work, knowledge, benefits gained ; internal group is leadership and solidarity of members ; and external is policy, program, political situation, and good communication among stakeholders.
Kata Kunci : Partisipasi, Kelompok Tani Mangrove, Pengelolaan Hutan Mangrove