Laporkan Masalah

Faktor Risiko Robekan Perineum pada Persalinan Vaginal di Bidan Praktek Swasta Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta pada tahun 2014 dan 2015

EARLYA FEVRI RIFANI, dr. Nuring Pangastuti, Sp.OG(K) ; Dr. dr. Denny Agustiningsih, AIFM, M.Kes

2016 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTER

LATAR BELAKANG: Sebuah studi di Belanda mencatat insidensi morbiditas maternal adalah 7.1 setiap 1000 persalinan vaginal. Faktor risiko morbiditas maternal salah satunya adalah persalinan vaginal. Persalinan dapat membuat terjadinya robekan perineum. Risiko morbiditas yang diakibatkan oleh robekan perineum salah satunya yaitu disfungsi dasar panggul, disfungsi seksual, dan infeksi. Faktor risiko yang menyebabkan robekan perineum diantaranya ibu yang berusia lebih dari 35 tahun, kala dua yang memanjang, riwayat paritas ibu, berat lahir bayi lebih. TUJUAN: Mengetahui faktor risiko penyebab terjadinya robekan perineum pada persalinan vaginal di Bidan Praktik Swasta Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. METODE: Penelitian observasional analitik dengan rancangan penelitian potong lintang (cross-sectional). Populasi penelitian adalah semua persalinan vaginal di Bidan Praktik Swasta yang terletak di Kabupaten Sleman, Bantul, Kulonprogo, Gunungkidul, dan Kota Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Sampel dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi dan didapatkan 710 sampel. Analisis statistik menggunakan Uji Spearman Rank. HASIL: Insidensi robekan perineum paling banyak terjadi pada ibu multipara yaitu sebanyak 299 subyek (42.11%) dari seluruh total populasi. Didapatkan signifikansi p sebesar 0.000 pada hubungan antara paritas dan lama kala dua persalinan terhadap robekan perineum dan p sebesar 0.071 pada hubungan berat lahir bayi terhadap robekan perineum. Pada overall test didapatkan nilai G2 dengan signifikansi sebesar 0.000 pada hubungan antara lama kala dua, paritas, dan robekan perineum. KESIMPULAN: Terdapat adanya hubungan yang negatif antara paritas dan terjadinya robekan perineum. Adanya hubungan searah antara lama kala dua persalinan dengan robekan perineum. Tidak adanya hubungan yang signifikan antara berat badan lahir bayi dengan robekan perineum. Paritas ibu dan lama kala dua persalinan memiliki pengaruh terhadap kejadian robekan perineum.

BACKGROUND: A study in Netherlands stated that the incidence of maternal morbidity is 7.1 per 1000 vaginal delivery. One of risk factors that contribute to maternal morbidity is vaginal delivery. Perineum rupture can increase the risk of maternal morbidity after childbirth for instance, pelvic floor dysfunction, sexual dysfunction and infection. Risk factors which can cause perineum rupture are maternal age which more than 25 years old, prolonged second stage labor, parity, infant birth weight > 4000 gram. OBJECTIVE: To acknowledge the risk factors of perineum rupture during vaginal delivery in private midwife in Special Region of Yogyakarta. METHOD: This research is an observational analytic with cross-sectional design. Population in this research are all vaginal deliveries in private midwifes which located in Sleman, Bantul, Kulonprogo, Gunungkidul, and Yogyakarta, Special Region of Yogyakarta. Research samples chosen based on the inclusion and exclusion criterias, there are 710 samples obtained for this research. Statistic analysis is a nonparametric analysis using Spearman Rank’s correlation test. RESULT: Perineum rupture most commonly happened in multiparous women, there are 299 subjects among all subjects (42.11%). Relation between parity and second stage labor to perineum rupture has significancy value 0.000. While infant birth weight and perineum rupture has significancy value 0.071. The significancy value of G2 is 0.000 to determine the relation between parity, second stage of labor and perineum rupture. CONCLUSION: It can be concluded that there is an inverted relation between parity and perineum rupture. There is a linear relation between duration of second stage labour and perineum rupture. There was no relation between infant birth weight and perineum rupture. Based on the correlation among those variables, parity and second stage of labor contribute to the cause of perineum rupture.

Kata Kunci : paritas, lama kala dua persalinan, berat badan lahir bayi, robekan perineum

  1. S1-2016-349367-abstract.pdf  
  2. S1-2016-349367-bibliography.pdf  
  3. S1-2016-349367-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2016-349367-title.pdf