PENGARUH PERSEPSI KEADILAN DISTRIBUTIF, KEADILAN PROSEDURAL, DAN KEADILAN INTERAKSIONAL KARYAWAN TERHADAP PERILAKU KEWARGANEGARAAN ORGANISASI (PKO) DI INDUSTRI MINYAK DAN GAS (MIGAS)
MARIA PATRICIA ELVIE, Prof. Dr. R. Heru Kurnianto Tjahjono, M.M. ; Sari Sitalaksmi, M.Mgt., Ph.D., ; Djamaludin Ancok, Prof., Ph.D.
2017 | Tesis | S2 ManajemenPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi keadilan distributif, keadilan prosedural, dan keadilan interaksional mempengaruhi Perilaku Kewarganegaraan Organisasi (PKO) pada karyawan industri minyak dan gas bumi (migas). Populasi penelitian adalah karyawan JOB P-PEJ di Jakarta dan perwakilan di Jawa Timur yang merupakan area operasi produksi migas dengan metode statistik deskriptif dan parametrik, sehingga anggota populasi yang berjumlah 350 karyawan yang kemudian diteliti menjadi sampel penelitian berjumlah 100 karyawan. Untuk menjawab masalah penelitian dan menguji hipotesis penelitian, digunakan teknik analisis regresi linear sederhana dan berganda dengan menggunakan software SSPS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Persepsi keadilan distributif berpengaruh terhadap PKO, 2) Persepsi keadilan prosedural berpengaruh terhadap PKO, 3) Persepsi keadilan interaksional yang paling berpengaruh terhadap PKO, 4) Persepsi keadilan distributif, keadilan prosedural, dan keadilan interaksional secara bersama-sama, yang hanya keadilan prosedural yang tidak berpengaruh secara signifikan terhadap PKO. Implikasi manajerial dalam penelitian ini adalah JOB P-PEJ dapat melakukan kajian lebih dalam suatu kebijakan dibuat terkait gaji, bonus, tunjangang dll. Di samping itu, perusahaan harus menjaga aspek-aspek dalam keadilan prosedural dan interaksional yang keduanya berperan dalam membentuk pandangan dan perilaku karyawan. Saran yang diberikan adalah JOB P-PEJ kiranya dapat meningkatkan PKO karyawan yang dapat dilakukan dengan meningkatkan interaksi dan komunikasi antara pimpinan dan karyawan maupun sesama rekan kerja. Misalnya dengan menambah kegiatan-kegiatan yang mempererat hubungan antar karyawan. Selain itu, diharapkan lebih terbuka dan transparan dalam penerapan kebijakan di JOB PPEJ.
This research aims to ascertain perceptions of distributive justice, procedural justice, and interactional justice which influence the Organizational Citizenship Behavior(OCB) on the employees of oil and gas industry.The research population are employee of JOB P-PEJ in Jakarta and representatives in East Java which is the area of oil and gas operation production, with descriptive and parametric statistic method, therefore the population members with 350 employees that are investigated become as the research sample of 100 employees. In order to answer the research problem and examine the research hypothesis, a simple and multiple linear regression analysis technique were used with SSPS software. The research result shows that 1) Distributive justice perception takes effect on OCB, 2) Procedural justice perception takes effect on OCB, 3) Interactional justice perception takes the most effect on OCB, 4) Distributive justice, procedural justice, and interactional justice perceptions altogether, that only procedural justice was not significantly effect on OCB. Managerial implication in this research is JOB P-PEJ which can take more reviews in a policy related on salary, bonus, allowance, etcetera. On the other side, company should keep aspects of procedural and interactional justices which both have a role in forming the views and behaviors of employees. The given suggestion is JOB P-PEJ can increase the OCB of employees presumably which can be performed by increasing interaction and communication between leaders and employees, as well as between co-workers. For example by adding some activities which can strengthen relations between employees. In another word, it is expected to be more opened and transparent in applying policies in JOB P-PEJ.
Kata Kunci : keadilan distributif, keadilan prosedural, keadilan interaksional, dan Perilaku Kewarganegaraan Organisasi (PKO)