Laporkan Masalah

Pengaruh Breed terhadap Kualitas Estrus Hasil Sinkronisasi Prostaglandin F2Alfa pada Kambing di Bhumi Nararya Farm, Sleman, Yogyakarta

OKIE ALFIANDARI YAHYA, drh. Agung Budiyanto, MP., Ph.D

2016 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN HEWAN

Estrus merupakan periode penerimaan seksual hewan betina yang dipengaruhi oleh beberapa faktor. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh breed terhadap kualitas estrus hasil sinkronisasi PGF2α pada kambing di Bhumi Nararya Farm, Kemirikebo, Girikerto, Turi, Sleman, Yogyakarta. Penelitian dilakukan dengan mengumpulkan data kualitas estrus yang terdiri dari intensitas dan onset estrus setelah dilakukan perlakukan ganda sinkronisasi estrus menggunakan PGF2α. Pengamatan estrus dilakukan pada 16 ekor indukan kambing betina yang diseleksi melalui rekording bahwa sudah pernah partus minimal satu kali dan tidak sedang mengalami kebuntingan. Indukan kambing yang digunakan terdiri dari dua golongan breed, yaitu 11 ekor kambing breed lokal (4 ekor kambing Jawarandu / Bligon, 3 ekor kambing Peranakan Ettawa ras Senduro, dan 4 ekor kambing Peranakan Ettawa ras Kaligesing) dan 5 ekor kambing breed impor (1 ekor kambing Saanen dan 4 ekor kambing Boer). Data intensitas dan onset estrus kemudian diolah menggunakan metode analisis data non parametrik sampel independen Mann-Whitney Test pada program SPSS 16.0. Hasil analisis data menunjukkan bahwa rata-rata intensitas estrus kambing lokal 1,67 ± 0,74 dan kambing impor 1,48 ± 0,54. Sementara itu onset estrus kambing lokal 46,30 ± 10,76 jam dan kambing impor 52,80 ± 12,71 jam. Hasil analisis Mann-Whitney Test menunjukkan hasil 0,038 (P<0,05) untuk intensitas estrus dan 0,000 (P<0,05) untuk onset estrus, sehingga jenis kambing berpengaruh secara signifikan terhadap kualitas estrus hasil sinkronisasi PGF2α.

The period of sexual acceptance in female is called by estrous. There known that estrous is influenced by various factors. This research was conducted to determine the effect of breed on estrous quality on goat synchronized by PGF2α in Bhumi Nararya Farm, Kemirikebo, Girikerto, Turi, Sleman, Yogyakarta. The data of estrous quality was estrous intensity and onset after double estrous syncrhronization using PGF2α hormone. Estrous was examined from 16 nannys (female goats) which is selected through its reccording data. The nannys should have been partus at least once in their life or not in pregnancy period. The nannys that used in this research has classified into two group of breeds, 11 goats in local breed (4 Jawarandu / Bligon goats, 3 Senduro crossed-Ettawa goats, dan 4 Kaligesing crossed-Ettawa) and 5 goats in import breed (1 Saanen goat and 4 Boer goats). The data of estrous intensity onset were analized statistically with non parametric data analysis independent sample Mann-Whitney Test method in SPSS 16.0. The result shows that the average estrous intensity in local breed is 1,67 ± 0,74 and in import breed is 1,48 ± 0,54. While the average estrous onset in local breed is 46,30 ± 10,76 hours and in import breed is 52,80 ± 12,71 hours. Furthermore, Mann-Whitney Test shows the result is 0,038 (P<0,05) for estrous intensity and 0,000 (P<0,05) for estrous onset which means that the breed factor is significanly influencing estrous qualitu on goat synchronized by PGF2α.

Kata Kunci : breed, estrus, kambing, PGF2α