DAYA DUKUNG WISATA ALAM GOLDEN SUNRISE SIKUNIR DAN TELAGA CEBONG DI KABUPATEN WONOSOBO
RATRI DEWI PAMUNGKAS, Mukhlison, S.Hut.,M.Sc.
2017 | Skripsi | S1 KEHUTANANWisata alam adalah kegiatan wisata yang memanfaatkan potensi sumber daya alam dan tetap menjaga kelestarian lingkungan. Bukit Sikunir dan Telaga Cebong menjadi salah satu tren wisata alam di Indonesia yang lokasinya di Desa Sembungan, Kejajar, Wonosobo. Daya tarik yang ditawarkan berupa keindahan Golden Sunrise dan pemandangan Telaga Cebong. Kawasan wisata alam Bukit Sikunir dan Telaga Cebong harus dapat menyeimbangkan fungsi kawasan sebagai kawasan lindung dan wisata dengan tidak melebihi kapasitas daya dukung. Daya dukung adalah jumlah wisatawan yang masih diperbolehkan dalam suatu tempat wisata pada luas dan waktu tertentu namun masih memberikan kenyaman dan kepuasan bagi pengunjung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya dukung wisata alam Golden Sunrise Sikunir dan Telaga Cebong di Kabupaten Wonosobo. Daya dukung lingkungan dalam penelitian ini meliputi Daya Dukung Fisik (PCC) dan Daya Dukung Riil (RCC). Daya Dukung Fisik (PCC) diketahui dengan menghitung luas area efektif wisata (A), luas area yang dibutuhkan seorang wisatawan untuk memperoleh kepuasan (B), dan faktor rotasi (Rf). Daya Dukung Riil (RCC) diketahui dengan menghitung PCC dan Faktor koreksi. Faktor koreksi yang digunakan berupa keanekaragaman jenis pohon, potensi visual lanskap, kelerengan, kedalaman efektif tanah, dan curah hujan. Hasil penelitian menunjukan bahwa daya dukung Wisata Alam Golden Sunrise Sikunir dan Telaga Cebong di Kabupaten Wonosobo yaitu daya dukung fisik (PCC) untuk Bukit Sikunir sebesar 2.313 wisatawan/hari dan Area Camping Telaga Cebong sebesar 476 wisatawan/hari. Besar nilai daya dukung riil (RCC) untuk Bukit Sikunir sebesar 303 wisatawan/hari dan Area Camping Telaga Cebong sebesar 103 wisatawan/hari. Besar daya dukung di kedua tempat tidak melampaui daya dukung.
Natural tourism is a tourism activity that utilizes the potential of natural resources and keep the environmental sustainability. Sikunir Hill and Cebong Lake become one of the natural tourism trends in Indonesia located in Sembungan Village, Kejajar, Wonosobo. Offered attractiveness is the beauty of Golden Sunrise and the scenery of Cebong Lake. Sikunir Hill and Cebong Lake natural tourism areas should be able to balance their function as a protected area and become natural tourism area by not exceeding the carrying capacity. Carrying capacity is the number of tourists allowed in a tourism area on a certain wide and time but provides comfort and satisfaction for the visitors. This research aims to determine the carrying capacity of Golden Sunrise Sikunir and Cebong Lake natural tourism at Wonosobo Regency. The carrying capacity of environment in this research includes Physical Carrying Capacity (PCC) and Real Carrying Capacity (RCC). Physical Carrying Capacity (PCC) is known by calculating the area of effective tourism (A), the area required by a tourist to obtain satisfaction (B), and rotation factor (Rf). Real Carrying Capacity (RCC) is known by calculating PCC and correction factor. The correction factors used in this research are trees diversity, landscape visual potential, slope, effectiveness of soil depth, and precipitation. Tourists characteristics are explained descriptively. This research shows that the physical carrying capacity (PCC) of Golden Sunrise Sikunir and Cebong Lake natural tourism at Wonosobo Regency are 2.313 tourists/day for Sikunir Hill and 476 tourists/day for Cebong Lake Camping Area. The value of real carrying capacity (RCC) for Sikunir Hill is 303 tourists/day and Cebong Lake Camping Area for 103 tourists/day. This result in the both places has not exceeded the ideal carrying capacity.
Kata Kunci : Daya dukung, Wisata alam, Bukit Sikunir, Telaga Cebong;Carrying capacity, Natural tourism, Sikunir Hill, Cebong Lake