Laporkan Masalah

Analisis Kelayakan Aspek Keuangan Proyek Siloam Medika

MARKUS TANUWIJAYA, Eddy Jurnasin, S.E., M.B.A., Ph.D.

2017 | Tesis | S2 Manajemen

BPJS Kesehatan yang sudah berjalan per tanggal 1 Januari 2014 ini masih memiliki kekurangan salah satunya akibat dari tidak seimbangnya permintaan dan penawaran. Hal ini menyebabkan pelayanan dari pihak rumah sakit untuk pasien BPJS menjadi kurang baik dan banyak pasien BPJS yang tidak dapat dilayani oleh pihak rumah sakit. PT Siloam International Hospitals Tbk sebagai salah satu perusahaan yang bergerak di bidang kesehatan yaitu sebagai penyedia pelayanan kesehatan. Siloam Hospital melihat ketidakseimbangan antara permintaan dan penawaran, sehingga Siloam Hospital melakukan kerjasama dengan BPJS untuk menjadi salah satu rekanan rumah sakit BPJS. Hal ini dilakukan untuk membantu program BPJS agar dapat berjalan dengan lebih baik Siloam Medika merupakan proyek baru dari Siloam Hopital yang akan dijalankan pada awal tahun 2016. Siloam Medika memiliki konsep Puskesmas dengan pelayanan dan fasilitas yang lebih baik, sehingga dapat menjadi pintu gerbang pertama bagi pasien BPJS. Siloam Medika akan didirikan dekat dengan pusat perbelanjaan atau di dalam pusat perbelanjaan itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis aspek keuangan dari proyek Siloam Medika sehingga dapat menentukan proyek Siloam Medika ini layak untuk dilaksanakan. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif analisis, dimana peneliti menjelaskan analisis kelayakan aspek keuangan proyek Siloam Medika. Penelitian ini menggunakan data riil dari internal perusahaan yang bersifat rahasia. Analisis kelayakan aspek keuangan proyek Siloam Medika dengan menggunakan indikator Net Present Value, Internal Rate of Return, Profitability Index, Payback Period, Free Cash Flow to Equity, Free Cash Flow to Firm, dan Cost of Equity menunjukan indikasi yang negatif atau tidak baik. Berdasarkan indikator-indikator tersebut dapat disimpulkan bahwa proyek Siloam Medika saat ini tidak layak dilihat dari aspek keuangan. Hasil analisis sensitivitas atas kenaikan Corporate Insurance sebesar 1% memberikan dampak positif terhadap indikator-indikator tersebut dibandingkan dengan kenaikan BPJS sebesar 1% memberikan dampak negatif terhadap indikator-indikator tersebut. Oleh karena itu jika proyek Siloam Medika ini akan dijalankan maka perlu dilakukan beberapa perubahan terutama pada Patient Allocation Ratio, dimana komposisi Corporate Insurance perlu lebih diperbesar dibandingkan dengan BPJS. Corporate Insurance sebaiknya dijadikan revenue driver utama dari Siloam Medika. Perlu diperhatikan bahwa komposisi minimal yang perlu ditetapkan oleh perusahaan adalah BPJS (58%), Corporate Insurance (37%), Private Patient (5%). Proporsi berikut dapat memberikan kondisi yang menguntungkan untuk proyek Siloam Medika.

BPJS Kesehatan which had been operated since January 1st, 2014 still has some drawback, it bacause the impact of unbalance supply and demand. This problem leads to the unsatisfying hospital services for BPJS patients and there are many BPJS patients who could not be served well by the hospital. PT Siloam International Hospitals Tbk is one of the companies which has been operated in healthcare industry, namely as the healthcare service provider. Siloam Hospital notices this unbalanced of supply and demand, so Siloam Hospital offers cooperation with BPJS to become one of BPJS Hospital members. This is to help BPJS program so it could run better. Siloam Medika is a new project of Siloam Hospital which had been operated in the beginning of 2016. Siloam Medika has a "Puskesmas" concept with better service and facilities, so that it could be the first gate for BPJS patients. Siloam Medika will be built near to shopping centre or even inside the shopping centre itself. This research objectives to do financial aspect analysis of Siloam Medika project so it could be drawn a conclusion whether this project is feasible to be carried out. This research is descriptive analysis research, which the researcher describes the feasibility analysis of financial aspect of Siloam Medika project. This research uses real data received from the internal company which is confidential. The feasibility analysis of financial aspect of Siloam Medika project which uses these indicators Net Present Value, Internal Rate of Return, Profitability Index, Payback Period, Free Cash Flow to Equity, Free Cash Flow to Firm and Cost of Equity show negative and disadvantageous indications. Based on these indicators, it could be concluded that for this moment Siloam Medika project is not feasible to be carried out if it is analyzed from financial aspect. Sensitivity analysis result of the 1% Corporate Insurance increase gives positive impact to the indicators if it is compared to the 1% BPJS increase which gives negative impact to the indicators. Therefore, if the Siloam Medika project will be carried out, it needs to do some changes especially in Patient Allocation Ratio, which Corporate Insurance composition needs to be greater compared to BPJS. Corporate Insurance should be the first revenue driver of Siloam Medika. It needs to be noticed that minimal composition which needs to be decided by company is BPJS (58%), Corporate Insurance (37%), and Private Patient (5%). This proportion could give profitable condition for Siloam Medika project.

Kata Kunci : studi kelayakan, aspek keuangan, keekonomian proyek, BPJS