Laporkan Masalah

ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA PORTOFOLIO OPTIMAL SAHAM BIG CAP DAN SMALL CAP PERIODE BULLISH DAN BEARISH TAHUN 2010 � 2015

Rita S Harahap, Prof. Dr. Jogiyanto Hartono M, MBA, Ak. CMA., CA

2017 | Tesis | S2 MANAJEMEN (MM) JAKARTA

Perkembangan pasar modal Indonesia mengalami fluktuasi sejak pendiriannya hingga saat ini. Fluktuasi tersebut mencerminkan adanya tren peningkatan (bullish) maupun penurunan (bearish) pasar. Investor perlu menyusun portofolio optimal dengan mempertimbangkan kondisi pasar. Selain itu, investor juga perlu menganalisis ukuran kapitalisasi dalam menyusun portofolio agar tetap meraih return optimal. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi apakah kinerja portofolio saham big cap lebih baik dibanding kinerja portofolio saham small cap pada kondisi bullish dan bearish. Periode pengamatan dilakukan sejak tahun 2010 hingga 2015. Populasi big cap adalah saham-saham yang terdaftar dalam indeks LQ45 sedangkan populasi small cap adalah saham-saham yang terdaftar dalam indeks PEFINDO25. Sampel diseleksi dengan metode purposive sampling. Saham-saham tersebut kemudian dibentuk menjadi portofolio optimal dengan menggunakan metode Single Index Model. Portofolio optimal yang terbentuk terdiri dari 6 portofolio. Namun penelitian ini akan fokus pada 4 portofolio optimal saja, yaitu portofolio saham big cap yang dibentuk pada kondisi bullish, portofolio saham small cap yang dibentuk pada kondisi bullish, portofolio saham small cap yang dibentuk pada kondisi bullish dan portofolio saham small cap yang dibentuk pada kondisi bearish. Keempat portofolio tersebut lalu dihitung kinerjanya dengan metode Indeks Sharpe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja portofolio optimal saham small cap lebih baik dibanding portofolio optimal saham big cap pada kondisi bullish, karena adanya anomali pada saham-saham small cap yang berkaitan dengan penyimpangan dari model keseimbangan Capital Asset Pricing Model (CAPM). Sementara itu, kinerja portofolio saham big cap lebih baik dibanding portofolio saham small cap pada kondisi bearish.

Development of Indonesian stock market fluctuated since its establishment till now. The fluctuation reflected in upward trend (bullish) and downward trend (bearish). Investor should set optimal portfolio by considering these market conditions. Besides, investor should also analyse capitalization size prior to setting optimal portfolio in order to maintain optimal return. This research evaluates whether portfolio performance of big cap is better than that of small cap both in bull and bear markets. Big cap population is collected from stocks listed in LQ45 index while small cap population from PEFINDO25 index. Samples were selected using purposive sampling method. The stocks are formed into optimal portfolio by using Single Index Model method. The optimal portfolio results 6 portfolios of which only 4 will be focused on the remaining research. They are big cap optimal portfolio that is formed in bullish period, small cap optimal portfolio that is formed in bullish period, big cap optimal portfolio that is formed in bearish period and small cap optimal portfolio that is formed in bearish period. The four portfolios are then calculated to get performance figure by using Sharpe Index. The research results that small cap portfolio performance is better than that of small cap in bull period, it is caused by small effect anomaly related to misspecified of Capital Asset Pricing method (CAPM) method. Meanwhile big cap portfolio performance is better than that of small cap in bear period.

Kata Kunci : big cap, small cap, portofolio optimal, kapitalisasi pasar, bullish, bearish

  1. S2-2017-376155-abstract.pdf  
  2. S2-2017-376155-bibliography.pdf  
  3. S2-2017-376155-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2017-376155-title.pdf