Validasi Modul ORIGAMI Pada Orangtua Untuk Prevensi Kekerasan Seksual Anak Tunarungu
BLASIUS DWI YANDU N, Dr. Ira Paramastri, M.Si
2017 | Tesis | S2 Psikologi ProfesiAnak-anak tunarungu memiliki risiko tiga kali mengalami kekerasan seksual. Orangtua memiliki peran penting dalam prevensi tetapi tidak memiliki keterampilan dalam mengajarkan prevensi kekerasan seksual. ORIGAMI merupakan pelatihan prevensi kekerasan seksual untuk meningkatkan keterampilan mengajarkan prevensi seksual pada anak tunarungu. Penelitian memiliki tujuan untuk melakukan validasi modul ORIGAMI untuk meningkatkan keterampilan orangtua dalam mengajarkan prevensi kekerasan seksual pada anak tunarungu. Penelitian menggunakan desain one group pre-test-posttest. Psikoedukasi ORIGAMI menjadi variabel bebas. Pengetahuan dan keterampilan mengajarkan prevensi kekerasan seksual menjadi variabel tergantung. Penelitian menggunakan lima orang orangtua anak tunarungu. Keterampilan mengajar orangtua dua minggu setelah meningkat secara signifikan dengan Z= -2.023, p= .43 (p< .05), r=-.905. Cek manipulasi pengetahuan peserta meningkat tetapi tidak signifikan dengan Z= -.412, p=.680 (p>.05), r= .184.
Deaf children are at three times higher risks for child sexual abuse than children without disabilities. Parents play an important role to prevent child sexual abuse but they do not sufficient skills to teach the prevention of sexual abuse. ORIGAMI, the prevention sexual abuses modular, helps parents to enhance sexual abuses prevention teaching skill for deaf children. The aim of this research focuses to validate the ORIGAMI modular to enhance deaf parents sexual abuses prevention teaching skills. The research uses one group pre-test-posttest. ORIGAMI psychoeducationtraining is an independent variable. Knowledge and skill on how to prevent sexual abuse are dependent variables. Research involves five parents of deaf children. ORIGAMI significantly improves parents sexual abuse prevention teaching skills with Z= -2.023, p= .43 (p< .05), r=-.50. There was an increasing knowledge on sexual abuse prevention but it was not significant with Z= -.412, p=.680 (p>.05), r= .184.
Kata Kunci : kekerasan seksual anak, keterampilan mengajar, validasi, tunarungu/ child sexual abuse, deaf, validation, teaching skills