Laporkan Masalah

PRAKTIK MANAJEMEN LABA PADA PERUSAHAAN AGRIBISNIS YANG MEMILIKI ASET BIOLOGIS

Sully Kemala O, Setiyono, M.B.A., Ph.D.

2017 | Tesis | S2 Sains Akuntansi

Aset Biologis merupakan salah satu jenis aset unik yang hanya bisa dijumpai di perusahaan-perusahaan yang bergerak dibidang agribisnis. Keunikan dari aset yang berupa hewan dan tumbuhan hidup inilah yang saat ini banyak memancing perdebatan serta permasalahan dalam pengukuran aset biologis. Metode pengukuran aset biologis dinilai dapat memancing terjadinya praktik manajemen laba di perusahaan agribisnis, terutama di perusahaan yang sudah mengadopsi IFRS secara penuh. Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah perusahaan agribisnis yang sudah mengadopsi IFRS secara penuh akan memiliki tingkat manajemen laba yang lebih tinggi apabila dibandingkan dengan industri lainnya. Sampel penelitian ini diambil dari perusahaan agribisnis dan industri manufaktur yang berada di wilayah Eropa. Selain itu, diambil pula sampel perusahaan dengan kategori serupa di beberapa negara Asia yang masih dalam proses konvergensi IFRS sebagai pembanding. Hipotesis penelitian dianalisis dengan menggunakan Independent t-test dan analisis regresi berganda pada perusahaan industri agribisnis dan manufaktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara rata-rata industri manufaktur memiliki tingkat manajemen laba yang lebih tinggi apabila dibandingkan dengan industri manufaktur. Tingginya rata-rata manajemen laba tersebut salah satunya dipengaruhi oleh metode pengukuran aset yang digunakan, nilai wajar atau metode lainnya.

Biological Assets is one type of unique assets that can only be found in companies engaged in agribusiness. The uniqueness of the assets in the form of animals and plant life is what is currently a lot of provoking debate and problems in the measurement of biological assets. Methods of measuring biological assets are assessed to provoke earnings management practices in agribusiness companies, especially in companies that have fully adopted IFRS. This study aims to test whether agribusiness companies that have fully adopted IFRS will have a higher level of profit management when compared with other industries. The sample of this research is taken from agribusiness company and manufacturing industry residing in European region. In addition, a sample of companies with similar categories in some Asian countries are still in the process of converging IFRS as a comparison. The research hypothesis was analyzed by using Independent t-test and multiple regression analysis on industrial agribusiness and manufacturing companies. The results show that on average the manufacturing industry has a higher level of profit management when compared with the manufacturing industry. The high average of earnings management is one of them influenced by the method of measurement of assets used, fair value or other methods.

Kata Kunci : aset biologis, IFRS, nilai wajar, manajemen laba