Laporkan Masalah

HUBUNGAN LAMA KALA II DENGAN GANGGUAN BERKEMIH PASCA KELAHIRAN VAGINAL

AGIS TANIA NOVIA T, dr. Nuring Pangastuti, Sp. OG(K)

2017 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTER

Hubungan Lama Kala II dengan Gangguan Berkemih Pasca Kelahiran Vaginal Agis Tania Novia Tamara1, Nuring Pangastuti2, Risanto Siswosudarmo2 Fakultas Kedokteran, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia 1Mahasiswa Strata 1 Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada 2Departemen Obstetri Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada LATAR BELAKANG: Manajemen kelahiran vaginal di Indonesia dilakukan dengan standar Asuhan Persalinan Normal. Hal ini bertujuan untuk meminimalkan trauma yang mungkin terjadi pada ibu pasca salin. Meskipun telah menggunakan standar Asuhan Persalinan Normal, kelahiran vaginal itu sendiri merupakan faktor yang berkontribusi terhadap terjadinya disfungsi dasar panggul terutama gangguan berkemih. Prevalensi gangguan berkemih pasca kelahiran vaginal cukup tinggi yakni berkisar antara 30% hingga 60% (Swift, 2008). Selain faktor kelahiran vaginal, usia, kehamilan dan obesitas juga dapat menjadi faktor penyumbang terjadinya gangguan berkemih. Penelitian ini akan lebih berfokus pada hubungan lama kala II dengan gangguan berkemih. Parameter yang digunakan adalah kuesioner UDI-6 (Urinary Distress Inventory 6) yang merupakan bagian dari kuesioner PFDI (Pelvic Floor Distress Inventory). TUJUAN: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan lama kala II dengan gangguan berkemih beserta insidensinya pasca kelahiran vaginal. METODE: Penelitian ini merupakan studi observasi dengan desain penelitian cohort prospective. Pengambilan data dilakukan selama 5 bulan yakni bulan September 2016 hingga Januari tahun 2017. Penelitian dilakukan di Bidan Praktik Swasta Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode pengambilan data yakni dengan consecutive sampling. Responden penelitian yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi diminta untuk mengisi kuesioner UDI-6 (Urinary Distress Inventory 6) dengan satu kali evaluasi yakni pada minggu pertama atau kedua pasca kelahiran vaginal. HASIL: Insidensi gangguan berkemih pada penelitian adalah sebesar 35,8%. Didapatkan nilai risk ratio mengenai hubungan lama kala II dengan gangguan berkemih adalah 1,55 dengan Confident Interval 0,92-2,63 dan signifikansi (nilai p) adalah 0,11. Meskipun secara statistik tidak didapatkan hubungan yang signifikan antara lama kala II >30 menit dengan gangguan berkemih, namun secara klinis lama kala II >30 menit dapat meningkatkan angka kejadian gangguan berkemih pasca kelahiran vaginal sebesar satu setengah kalinya. KESIMPULAN: Tidak ada hubungan yang signifikan mengenai lama kala II >30 menit dengan gangguan berkemih pasca kelahiran vaginal. Namun lama kala II >30 menit dapat meningkatkan kejadian gangguan berkemih sebanyak satu setengah kalinya.

Correlation between the Duration of the Second Stage of Labor and Urinary Incontinence after Vaginal Delivery Agis Tania Novia Tamara1, Nuring Pangastuti2, Risanto Siswosudarmo2 Fakultas Kedokteran, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia 1Mahasiswa Strata 1 Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada 2Departemen Obstetri Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada BACKGROUND: In Indonesia Asuhan Persalinan Normal was used as standard management for normal delivery. The purpose was to decrease the trauma after vaginal delivery. Even had used Asuhan Persalinan Normal standard, the vaginal delivery itself was the factor that contributed to pelvic floor dysfunction espescially urinary incontinence. The prevalence of urinary incontinence after vaginal delivery was 30%-60% (Swift, 2008). Other than vaginal delivery, the factor that contributed to urinary incontinence were age, pregnancy, obesity, birthweight and others. The focuse of this study was about correlation between the duration of the second stage of labor and urinary incontinence after vaginal delivery. The parameter was UDI-6 (Urinary Distress Inventory 6) questionaire that was the part of PFDI (Pelvic Floor Distress Inventory) questionaire. PURPOSE: To identify the incidence and correlation between the duration of the second stage of labor with urinary incontinence after vaginal delivery. METHOD: The study was observational with prospective cohort design. The subject of the study were normal partum mothers at private midwife in Yogyakarta Province. Data were taken using non probability with consecutive sampling technique (95 samples). Subjects filled Urinary Distress Inventory 6 questionaire one or two week after vaginal delivery. RESULT: The incidence of urinary incontinence was 35,8%, while the risk ratio between the duration of the second stage of labor more than 30 minutes and urinary incontinence was 1,55 and Confident Interval 0,92-2,63. Clinically the duration of the second stage of labor more than 30 minutes increased one and a half time incidence of urinary incontinence while p value 0,11 was not significance. CONCLUSION: There was no significance correlation between the duration of the second stage of labor more than 30 minutes and urinary incontinence. While the duration of the second stage of labor more than 30 minutes increased urinary incontinence incidence one and a half time.

Kata Kunci : Lama kala II, gangguan berkemih, kelahiran vaginal, The duration of second stage of labor, urinary incontinence, vaginal delivery.

  1. S1-2017-351981-abstract.pdf  
  2. S1-2017-351981-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-351981-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-351981-title.pdf