TIPOLOGI BANGUNAN PROFAN BERDASARKAN RELIEF PADA CANDI-CANDI DI JAWA TIMUR ABAD X-XV M
ARLYANA DESWARI, Dwi Pradnyawan, S.S., M.A.
2017 | Skripsi | S1 ARKEOLOGITopik: Penelitian ini mengkaji tentang bangunan profan yang terdapat pada relief candi-candi yang terdapat di Jawa Timur abad X-XV Masehi. Candi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu candi pada abad X-XV Masehi yang mempunyai relief dan masih jelas untuk diamati, Serta terdapat penggambaran bangunan profan di dalamnya. Permasalahan dan Tujuan: Bentuk bangunan profan pada masa klasik sampai saat ini belum ditemukan tinggalan arkeologisnya. Salah satu data arkeologi yang dapat digunakan untuk merekonstruksi bangunan profan pada masa klasik yaitu melalui relief candi. Oleh karena itu, penelitian ini membahas mengenai tipologi bangunan profan yang terdapat pada relief candi di Jawa Timur serta untuk mengetahui faktor apa yang mempengaruhi bentuk arsitektur bangunan tersebut. Metode: Penelitian ini bersifat deskiptif analitis dengan penalaran induktif. Objek yang dikaji yaitu tiga belas buah candi dan dua buah gua di Jawa Timur abad X-XV Masehi. Bangunan profan yang diteliti dalam penelitian ini yaitu berjumlah 136 buah. Data tersebut dilakukan penggambaran dan pendeskripsian tiga komponen utama bangunanya. Kemudian dilakukan pembuatan tipologi berdasarkan komponen utama bangunan yaitu kepala, badan, dan kaki bangunan. Kesimpulan: Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat delapan belas buah tipe bangunan profan. Tipe yang paling dominan yaitu tipe-1, tipe-2, dan tipe-3. Tipe-1 memiliki kombinasi komponen utama yaitu berupa atap limasan, bagian badannya merupakan bangunan terbuka dengan empat buah tiang, dan bagian kakinya merupakan bangunan berkolong. Tipe-2 memiliki kombinasi utama berupa atap berbentuk tajug, bagian badannya merupakan bangunan terbuka dengan satu buah tiang, dan bagian kakinya merupakan bangunan berkolong. Bangunan profan tipe-3 memiliki kombinasi komponen utama berupa atap berbentuk limasan, bagian badannya merupakan bangunan terbuka dengan enam buah tiang, bagian kakinya merupakan bangunan berkolong. Bentuk arsitektur bangunan profan pada masa klasik merupakan respon terhadap keadaan lingkungan yang berada di sekitarnya. Bentuk atap curam, bangunan terbuka dengan berbagai variasi jumlah tiang, dan bangunan berkolong dengan batur yang tinggi merupakan bentuk adaptasi yang tepat berkaitan dengan kondisi lingkungan pada saat itu.
Topic: This research aim to study the profane building which found in the tempels relief located in East Java X-XV century. The temples which used in this reseach is the temple in X-XV century which has relief and still clear to be observed, and there is a depiction of profane buildings in it. Research Aim: Up to these days, archaeological remains in the form of profane buildings in Indonesia’s Classical period have not been found yet. Relief is one among the archaeological data can be used to reconstruct the form and type of profane building in the past. Therefore, this study discusses about the typology of profane building which found in the temples relief in East Java. And to know what factor that could affect the architectural form of the building. Method: This research is used analytical descriptive with inductive reasoning. The objects of the studied are from thirteen temples and two caves in East Java X-XV century. The profane building which studied in this research that amounted to 136 pieces. The data is drawing and describing based on three main components of the building. The typology is based on three main components: the head, the body, and the foot of building. Conclusion: The result is there are eighteen types of profane buildings, with the dominance of type-1, type-2, and type-3. Type-1 is open structure building with limasan roof supported with four poles and has space beneath the floor. Type-2 is open structure building with tajug roof supported with a pole and has space beneath the floor. Meanwhile, type-3 is a open structure building with limasan roof, supported with six poles, and have space beneath the floor. The form of profane building in Classical period was a response towards its surrounding environment. Steep roof on open structure buildings, supported with various number of poles and built on stilt and high batur are the best adaptive at the time.
Kata Kunci : bangunan profan, relief, tipologi, komponen / profane building, relief, typology, component