Tingkah laku kawin pada kalkun jantan (meleagris gallopavo) dilihat pada waktu pagi, siang dan sore hari
RIMA RISMAYANTI, drh. Sri Gustari, M.P.
2017 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN HEWANRendahnya libido pada kalkun akan berpengaruh pada tingkah laku kawin kalkun, dimana kalkun hanya akan diam diatas betina yang menyebabkan semen tidak terdisposisi pada kloaka betina dengan benar. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkah laku kawin jantan pada pagi, siang dan sore hari dilihat dari lama teasing, mounting dan ejakulasi. Kalkun yang diamati sebanyak empat ekor kalkun jantan (Meleagris gallopavo). Kalkun dikawinkan pada pagi yaitu pada pukul 08.00 WIB, siang pada pukul 12.00 WIB dan sore pada pukul 16.00 WIB dengan metode kawin alami, setiap hari terdapat dua kalkun yang dikawinkan, kemudian tingkah laku kawin diamati dan dihitung waktu pejantan merayu betina (teasing) sampai mounting dan ejakulasi. Data yang diperoleh kemudian dibandingkan menggunakan analisa variasi (ANOVA) dua arah pada program SPSS 19.0. Hasil penelitian menunjukan tidak ada pengaruh waktu pelaksanaan pada fase teasing dan mounting, namun pada fase ejakulasi terdapat pengaruh waktu pelaksanaan (P<0,05), yaitu kemampuan kalkun jantan untuk ejakulasi pada waktu pagi hari lebih tinggi dibanding siang dan sore hari.
Low libido in turkeys would affect on their mating behavior, the turkey would only dwell on the female that caused semen not dispositioned on the female's cloaca properly. The study was conducted to study the male mating behavior in the morning, afternoon and the evening, seen from the duration of the teasing, mounting and ejaculation. The turkeys that had been observed were four male turkeys/gobbler (meleagris gallopavo). Turkeys were mated in the morning at 08.00 am, afternoon at 12:00 pm and the evening at 16.00 pm with the method of natural mating. In each day, the two turkeys were mated, then the behavior of mating was observed and the time was calculated when the male teased the female (teasing) until the mounting and the ejaculation. Furthermore, the obtained data compared by using the analysis of variation (ANOVA) in the two ways in SPSS 19.0. The results showed that there was no effect of the time on the phase of teasing and mounting. However, in the ejaculation phase there was the effect of time (P <0.05), the ability of gobbler to ejaculate in the morning was higher than the afternoon and evening.
Kata Kunci : libido, kalkun (Meleagris gallopavo), teasing, mounting, ejakulasi.