Laporkan Masalah

PENGARUH PENYELEKSIAN BAHAN, WAKTU PENGUKUSAN, DAN JARAK PENUMPU TERHADAP PELENGKUNGAN KAYU MAHONI

JABAL AKBAR NOOR, Dr.Joko Sulistyo, S.Hut., MSc.

2017 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Pemenuhan kebutuhan komponen kayu berbentuk lengkung sebagian besar masih menggunakan cara konvensional dengan cara menggergaji papan lebar yang berakibat pada pemborosan bahan baku yang berasal dari hutan. Metode pengefisiensian sekaligus untuk menekan penggunaan bahan baku kayu dari hutan adalah dengan menerapkan metode pelengkungan kayu. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh penyeleksian kayu, waktu pengukusan, dan jarak penumpu terhadap pelengkungan kayu mahoni. Penelitian ini dilakukan menggunakan kayu mahoni dengan dua tahap. Tahap pertama menggunakan dua faktor, yaitu penyeleksian bahan baku kayu sesuai dengan SNI, dan waktu pengukusan dengan variasi 30 menit, 60 menit, 90 menit. Sedangkan tahap kedua menggunakan dua faktor, yaitu faktor jarak penumpu dengan variasi jarak 64 cm, 79 cm, 84 cm, dan waktu pengukusan dengan variasi 30 menit, 60 menit, 90 menit. Sampel kayu berbentuk stik dengan ukuran 140 cm x 2,5 cm x 2 cm. Diawali dengan merendam sampel dengan air selama 24 jam , kemudian dilakukan pengukusan pada suhu 93 derajat- 98 derajat C, dan dilanjutkan dengan pelengkungan kayu. Parameter yang diamati meliputi kadar air, keberhasilan pelengkungan, cacat pelengkungan, dan Springback. Data hasil pengujian dihitung menggunakan analisis varian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyeleksian bahan berpengaruh nyata terhadap keberhasilan pelengkungan, cacat pelengkungan, dan besar kecilnya Springback. Waktu pengukusan tidak berpengaruh nyata terhadap keberhasilan pelengkungan, cacat pelengkungan, dan Springback. Jarak penumpu berpengaruh nyata terhadap keberhasilan pelengkungan, cacat pelengkungan, dan Springback.

Most of the need of curved wooden components are still fulfilled using conventional manner by sawing wide board which resulted in wastage of raw materials originating from the forest. Efficient method as well as to reduce the use of raw materials from the forest is by applying the method of wood bending. The study aims to determine the effect of wood selection, steaming time and leverage distance to the mahogany bending. This research was conducted using mahogany with two steps. The first step using two factors, namely the selection of raw materials in accordance with the SNI, and steaming time with a variation of 30 minutes, 60 minutes, 90 minutes. Meanwhile the second step using two factors, nemely the leverage distance variationsare 64 cm, 79 cm, 84 cm, and time with a variation of 30 minutes, 60 minutes, 90 minutes. Samples are stick-shaped timber with size of 140 cm x 2.5 cm x 2 cm. Preceded by soaking the samples in water for 24 hours, then steaming at a temperature of 93 degree-98 degree C, and followed by the bending of the wood. The parameters to be observed are water content, the success of bending, bending defects, and Springback. Data are calculated using analysis of variance. The results showed that the screening material significantly affect the success of bending, bending defects, and the size of the Springback. Steaming time did not significantly affect the success of bending, bending defects, and Springback. Distance of leverage significantly affect on the success of bending, bending defects, and Springback.

Kata Kunci : sifat pelengkungan, penyeleksian bahan, waktu pengukusan, jarak penumpu, mahoni