Sintesis Beads Kitosan-Asam Humat Sebagai Adsorben Biru Metilena
M. BASOFI AL HABIBI, Dr. Dwi Siswanta, M.Eng.; Dr. Agus Kuncaka, DEA.
2017 | Skripsi | S1 KIMIASintesis beads kitosan-asam humat (KAH) sebagai adsorben biru metilena telah berhasil dilakukan. Pembuatan beads KAH dilakukan dengan metode ekstrusi dalam larutan NaOH 0,4 M. Beads yang telah terbentuk dikarakterisasi dengan FTIR, SEM dan uji kestabilan dalam medium asam dan basa. Uji aktivitas adsorpsi beads KAH meliputi variasi perbandingan komposisi kitosan asam humat, pH, waktu kontak, variasi konsentrasi awal biru metilea, kinetika adsorpsi dan isoterm adsorpsi serta dilakukan uji desorpsi beads KAH pada larutan NaCl, HCl dan akuabides. Hasil karakterisasi FTIR menunjukkan kemiripan antara spektra beads KAH dengan material penyusunnya, hal tersebut menunjukkan tidak terjadi penghilangan terhadap gugus fungsional material dasar tetapi beberapa daerah serapan dari gugus fungsional mengalami sedikit pergeseran atau perubahan intensitas yang dimungkinkan akibat adanya interaksi antara material pembentuk komposit. Data SEM menunjukkan adanya pori pada permukaan beads KAH. Pada proses adsorpsi, beads KAH dengan perbandingan 50:50 menunjukkan kemampuan adsorpsi tertinggi terhadap biru metilena. Beads KAH stabil pada pH basa dan kondisi pH optimum adsorpsi biru metilena diperoleh pada pH 8. Waktu kontak optimum diperoleh pada menit ke 200. Konsentrasi optimum biru metilena yang diperoleh adalah pada 200 mg L-1 dengan kapasitas adsorpsi sebesar 42 mg g-1. Kinetika adsorpsi biru metilena sesuai dengan model kinetika orde kedua semu semu Ho & McKay dan isoterm adsorpsi sesuai dengan model isoterm Langmuir. Kajian desorpsi menunjukkan adsorpsi berlangsung melalui interaksi kimia.
The research about synthesis of chitosan-humic acid (CHA) beads for the adsorbent of methylene blue has been done. CHA beads have been obtained by extrusion in NaOH 0.4 M and characterized by FTIR, SEM and stability test in acid and alkaline medium. Study adsorption of CHA beads was included variations of chitosan and humic acid ratio, pH, contact time, variation initial concentration of methylene blue, adsorption kinetics, adsorption isotherm and the beads desorption test in NaCl, HCl, and double distilled water. FTIR characterization result showed a similarity between CHA beads spectra and its material. That result indicated there weren’t any basic functional group loss unless some of their absorption peak’s intensity change or shifted that possibly caused by composite making material interaction. In adsorption processes, the 50:50 ratio of CHA beads showed highest absorption level against methylene blue. CHA beads are stable in alkaline and effective adsorption optimum level reached at pH of 8. Optimum contact time showed in 200th minute. 200 mg L-1 with highest adsorption level of 42 mg g-1 are the methylene blue concentration optimum level. Methylene blue adsorption kinetics are suitable with pseudo second order Ho & McKay and isotherm adsorption matched with Langmuir isotherm model. Desorption studies showed that adsorption happened through chemical interaction.
Kata Kunci : adsorpsi, beads, kitosan, asam humat, biru metilena