Laporkan Masalah

IDENTIFIKASI PERMASALAHAN PHARMACEUTICAL CARE PADA PASIEN DENGAN PENYAKIT DIABETES MELITUS DI PUSKESMAS WILAYAH TIMUR KOTA YOGYAKARTA

ANISA RAHMASARI, Dr. Nanang Munif Yasin, M.Pharm., Apt ; Fivy Kurniawati, M.Sc., Apt

2017 | Skripsi | S1 FARMASI

Diabetes melitus merupakan suatu penyakit degeneratif yang memerlukan pelayanan medis untuk menurunkan risiko timbulnya penyakit lain akibat tidak terkontrol. Puskesmas merupakan merupakan unit pelayanan kesehatan yang paling pertama berhadapan dengan pasien, sehingga penting untuk mengoptimalkan pharmaceutical care di puskesmas untuk meningkatkan hasil terapi. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi pelaksanaan pharmaceutical care serta mengidentifikasi permasalahan pharmaceutical care pada pasien dengan penyakit diabetes melitus di Puskesmas Wilayah Timur Kota Yogyakarta. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian cross sectional yang dilakukan di Puskesmas Kota Gede II, Pakualaman, dan Mantrijeron dengan pengambilan data secara concurrent menggunakan kuesioner sebagai panduan wawancara pada pasien diabetes melitus yang masuk dalam kriteria inklusi. Analisis data secara deskriptif dengan fokus pharmaceutical care yang diteliti pada aspek edukasi, monitoring, pelayanan informasi obat, dan tingkat kepatuhan. Berdasarkan analisis pada 107 responden didapatkan pelaksanaan pharmaceutical care belum maksimal yang terlihat dari permasalahan pharmaceutical care yang dihadapi. Pada edukasi terdapat pasien yang tidak mendapatkan informasi penyakit (18,7%), pola hidup sehat (5,6%), dan safety (43%). Pada pelayanan informasi obat diketahui informasi yang diberikan mengenai cara meminum obat, lama konsumsi obat dan penyimpanan obat telah sesuai. Monitoring hasil terapi menunjukkan terdapat 5 pasien yang mengalami efek samping setelah meminum obat antidiabetes, lebih dari 50% pasien tidak beresiko mengalami interaksi obat, hanya 13,1% pasien yang mencapai target kadar gula darah, dan lebih dari 90% pasien yang merasakan gejala awal diabetes melitus membaik setelah mengkonsumsi obat. Pada tingkat kepatuhan lebih dari 40% pasien masuk dalam kategori tingkat kepatuhan tidak tetap/berubah-ubah.

Diabetes mellitus is a degenerative disease that requires medical services to reduce the incidence of other diseases due to uncontrollable. The Puskesmas is the first unit of health care with the patient, it is important to optimize health care at the puskesmas to improve the outcome of therapy. The purpose of this study is to attract the implementation of health care and disease treatment in patients with diabetes mellitus at the Eastern Region Community Health Center Yogyakarta. The research was cross sectional study conducted at Puskesmas Kota Gede II, Pakualaman, and Mantrijeron with data collected along with questionnaires as an interview guide for diabetes mellitus patients included in the inclusion criteria. Descriptive data analysis with health care focus on the aspects of education, monitoring, drug information service, and compliance level. Based on analysis on 107 respondents who have been doing pharmacy treatment has not been maximal seen from the problem of pharmaceutical care yangt. In education there were patients who did not get information about the disease (18.7%), healthy lifestyle (5.6%), and security (43%). In the drug information service known information provided on how to take the drug, the duration of drug consumption and drug storage has been appropriate. Monitoring of therapeutic results showed that 5 patients had adverse effects after taking antidiabetic drugs, more than 50% of patients were not at risk for the drug, only 13.1% of patients achieved blood sugar levels, and more than 90% of patients with early symptoms of Diabetes Melitus improved after taking the drug. At adherence level more than 40% of patients fall into the category of non-permanent compliance.

Kata Kunci : Kata kunci : pelaksanaan pharmaceutical care, permasalahan pharfmaceutical care, diabetes melitus, puskesmas , Keywords : performance pharmaceutical care, problem of pharfmaceutical care, diabetes mellitus, puskesmas

  1. S1-2017-346129-abstract.pdf  
  2. S1-2017-346129-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-346129-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-346129-title.pdf