Efek Rebusan Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) Sebagai Penghambat Pertumbuhan Bakteri Streptococcus mutans ATCC 25175 in vitro
RIZKY INDAH R, Dr. drg. Juni Handajani, M.Kes. Ph.D.; Dr. drg. Alma Linggar Jonarta, M.Kes
2017 | Skripsi | S1 HIGIENE GIGIStreptococcus mutans merupakan bakteri utama penyebab karies gigi. Salah satu cara mencegah terjadinya karies gigi adalah dengan menghilangkan faktor penyebabnya yaitu dengan melakukan kontrol plak menggunakan obat kumur. Buah belimbing wuluh dapat dimanfaatkan sebagai bahan alternatif pembuat obat kumur karena mengandung beberapa senyawa antibakteri yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri plak termasuk bakteri S. mutans. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek rebusan buah belimbing wuluh sebagai penghambat pertumbuhan bakteri S. mutans ATCC 25175 in vitro. Penelitian dilakukan dengan melakukan pengenceran berseri rebusan buah belimbing wuluh (0,19%, 0,39%, 0,78%, 1,56%, 3,12%, 6,25%, 12,5%, 25%, 50%), kontrol positif dan kontrol negatif berturut-turut adalah klorheksidine 0,2% dan media BHI tanpa penambahan rebusan buah belimbing wuluh. Daya antibakteri rebusan buah belimbing wuluh diamati berdasarkan tingkat kekeruhan masing-masing sumuran dan diukur dengan menggunakan microplate reader dengan panjang gelombang 595 nm untuk melihat nilai densitas optik. Data yang diperoleh berupa data rasio dan dianalisis menggunakan uji Brown-Forsythe dan post-hoc menggunakan uji Games Howell (p<0,05). Hasil uji Brown-Forsythe menunjukkan bahwa rebusan buah belimbing wuluh bermakna sebagai penghambat pertumbuhan bakteri S. mutans ATCC 25175 dan terdapat efek signifikan rebusan buah belimbing wuluh kelompok rebusan 50% dibandingkan dengan kelompok kontrol positif dan negatif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah rebusan buah belimbing wuluh memiliki efek sebagai penghambat pertumbuhan bakteri S. mutans ATCC 25175 in vitro dengan konsentrasi paling efektif adalah 50%.
Streptococcus mutans was the main bacterial cause of dental caries. One way to prevent dental caries was by eliminating the causative factors of dental caries with plaque control using mouthwash. Bilimbi fruit (Averrhoa bilimbi Linn.) can be used as an alternative ingredient in making mouthwash because it contains antibacterial compounds which can inhibit plaque bacteria growth including S. mutans. The purpose of this study was to determine the effect of bilimbi fruit decoction as inhibitor of S. mutans ATCC 25175 bacteria growth. The study was conducted by preparing two-fold dilution of bilimbi fruit decoction (0,19%, 0,39%, 0,78%, 1,56%, 3,12%, 6,25%, 12,5%, 25%, 50%), positive control and negative control respectively were chlorhexidine 0,2% and BHI medium without addition of bilimbi fruit decoction. Antibacterial activity of bilimbi fruit decoction was observed by measuring the turbidity level of each well using microplate reader in 595 nm wavelength. Data were analyzed using Brown-Forsythe and Games-Howell test (p<0,05). Statistical analysis showed that bilimbi fruit decoction was significant as inhibitor of S. mutans ATCC 25175 growth and there were differences significant effect between bilimbi fruits decoction 50% compared with positive control and negative control group. The conclusion of this study that bilimbi fruit decoction has an effect as inhibitor S. mutans ATCC 25175 growth in vitro which was the most effective concentration is 50%.
Kata Kunci : Streptococcus mutans, karies, belimbing wuluh