Laporkan Masalah

EKSPLORASI TUMBUHAN YANG DIGUNAKAN UNTUK UPACARA ADAT DAN BUDAYA PADA MASYARAKAT DI BENTANG ALAM BUKIT RIMBANG BUKIT BALING, RIAU

USWATUN KHASANAH, Dr. Ratna Susandarini, M.Sc.

2017 | Skripsi | S1 BIOLOGI

Masyarakat di sekitar kawasan Bentang Alam Bukit Rimbang Bukit Baling mempunyai interaksi yang sangat kuat dengan alam dan lingkungan di sekitarnya. Interaksi tersebut melahirkan kearifan dalam mengelola sumberdaya alam agar dapat bermanfaat secara berkesinambungan. Masyarakat di sekitar kawasan Bentang Alam BRBB merupakan masyarakat yang masih menggunakan tumbuhan-tumbuhan sebagai bahan prosesi upacara adat. Tumbuhan digunakan dalam upacara adat seperti pernikahan, kehamilan dan persalinan, pengobatan, khitatan dan upacara balimau. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan November 2016 di dua wilayah Kabupaten Kampar Provinsi Riau. Penelitian bertujuan untuk mengetahui keragaman spesies tumbuhan yang digunakan dalam upacara adat dan budaya, dan upaya pelestarian tumbuhan oleh masyarakat. Metode pengumpulan data pemanfaatan tumbuhan yang digunakan adalah purposive sampling dan snowball sampling. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa didapatkan 78 spesies tumbuhan yang tergolong dalam 47 famili. Famili tumbuhan yang paling banyak dimanfaatkan dalam upacara adat dan budaya adalah Zingiberaceae. Bagian tumbuhan yang paling banyak dimanfaatkan adalah daun (51,11%). Upaya pelestarian yang dilakukan berupa budidaya tumbuhan di kebun dan sekitar pekarangan rumah warga dan adanya tempat yang dikeramatkan seperti lubuk larangan.

The community live around natural landscape of Bukit Rimbang Bukit Baling have a strong interaction with their environment. That interaction produces the wisdom to manage natural resources so that give sustainable benefits. The community live around natural landscape of Bukit Rimbang Bukit Baling still use plants for customary ceremony and cultural processions. These plants were used in various customary ceremonies, such as wedding, pregnancies and labor, medicinal treatment, circumcisions and balimau. This research was done in November 2016 in two villages of Kampar District, Province of Riau. The objective of this study is to observe the diversity of plants species used in customary ceremony, and to observe the conservation efforts done by the community. The method used in this research was purposive sampling and snowball sampling. Data analysis was doing in qualitative descriptive approach. Result showed that there were 78 of plants species which belong to 47 families used for various ceremony. The most widely used plant parts was leaf (51,11%). The conservation efforts by local community are the cultivation of plants in homeyards and the sacret place named as (lubuk larangan).

Kata Kunci : Etnobotani, Bukit Rimbang Bukit Baling, upacara adat dan budaya

  1. S1-2017-329812-abstract.pdf  
  2. S1-2017-329812-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-329812-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-329812-title.pdf