Laporkan Masalah

Kajian Stabilitas Lereng Kawasan Longsor di Sub-DAS Bompon Kabupaten Magelang

ZULHANA PAMUNGKAS, Prof. Dr. Junun Sartohadi, M.Sc.

2017 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengkaji longsoran mana saja yang dapat kembali longsor serta mengkaji berbagai parameter intrinsik longsor yang berpengaruh pada stabilitas longsor. Metode SSEP adalah metode skoring yang disadurdari Raghuvanshi, 2012. Metode SSEP yang digunakan dalam penelitaian telah dimodifikasi. Modifikasi dilakukan pada parameter-parameter yang digunakan. Modifikasi diperlukan untuk menyesuaikan metode terhadap daerah kajian. Parameter dalam penelitian ini antara lain: kemiringan lereng, panjang lereng, ketinggian longsor, penutup lahan longsor, keaktifan longsor, zonasi longsor, dan luas wilayah yang longsor. Kelas skoring dibagi menjadi 5 kelas, yaitu kelas sangat rendah, rendah, sedang, tinggi, dan sangat tinggi. Longsoran yang ada di Sub-DAS Bompon rata-rata memiliki kelas tinggi dan kebanyakan merupakan longsor tidak aktif, sedangkan longsor aktif sebagian besar termasuk dalam kelas rendah. Tinggi rendahnya nilai skoring dipengaruhi oleh parameter-parameter stabilitas lerengnya. Parameter-parameter tersebut antara lain: keaktifan longsor, zona longsor, luasan longsor, panjang lereng, kemiringan longsor, ketinggian longsor, dan penutup lahan longsor. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu parameter intrinsik sangat berpegaruh dalam stabilitas lereng pada tanah longsor. Masing-masing parameter saling berkaitan dalam tingkat kestabilannya. Rata-rata longsoran di Sub-DAS Bompon termasuk dalam kelas rendah untuk longsor tidak aktif, dan kelas tinggi untuk longsor aktif.

The purposes of this research were to investigate which landslides can fall again and to investigate several of landslide parameter intrinsic which affecting the stability of the landslide. SSEP method is adapted from the scoring method Raghuvanshi, et al, 2014. SSEP method used in this research has been modified. Modifications made to the parameters used. Modifications needed to adapt the method to the study area. The parameters in this reasearch were: slope length, landslide height, landcover, landslide area, active landslide or inactive landslide, and slope. Scoring classes was divided by into 5 classes, there were: very low, low, average, high, and very high. Landslide in Bompon Watershed averages have a high grade and are mostly dormant landslides, while the active landslide majority in lower classes.The intensity of the scoring is affected by the parameters of slope stability. These parameters include: the liveliness of the landslide, avalanche zone, landslide area, slope length, slope erosion, landslides altitude, and land cover landslides. The conclusion of this research were the intrinsics parameter were very influent of landslide stability in landslide. Each parameter related to each other in the level of stability. The average landslides in Bompon Watershed included in low class for dormant landslide, and high class for active landslide.

Kata Kunci : longsor, scrap, dormant aktif,SSEP

  1. S1-2017-334234-abstract.pdf  
  2. S1-2017-334234-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-334234-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-334234-title.pdf