EVALUASI PENGELOLAAN OBAT PADA TAHAP PERENCANAAN DAN PENGADAAN DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MUNTILAN KABUPATEN MAGELANG TAHUN 2015 DAN 2016
ULFAH MAHDIYANI, Dr. Chairun W, M.Kes., M.App.Sc, Apt. ; Dr. Dwi Endarti, S.F., M.Sc.,Apt.
2017 | Skripsi | S1 FARMASIINTISARI Tahap perencanaan dan pengadaan merupakan bagian dari pengelolaan obat yang sangat berpengaruh terhadap persediaan obat dan biaya yang dikeluarkan oleh rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran sistem perencanaan dan pengadaan obat di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum Daerah Muntilan pada tahun 2015 dan 2016. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan indikator fungsi pengelolaan obat pada kenyataan terhadap indikator standar Pudjaningsih (1996), Depkes (2010) dan WHO (2011). Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2016 sampai Februari 2017 dengan analisis secara retrospektif terhadap data sekunder dan data primer dilakukan dengan wawancara terhadap pihak terkait. Sampel diambil dengan random sampling. Pengendalian persediaan dilakukan dengan analisis ABC untuk menentukan obat-obat yang menjadi prioritas karena pengaruhnya terhadap biaya. Dari hasil penelitian ini didapatkan gambaran pengelolaan obat tahap perencanaan dan pengadaan di Instalasi Farmasi RSUD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan dan pengadaan di Instalasi Farmasi RSUD Muntilan belum sesuai dengan indikator. Hal ini ditunjukkan dari 7 indikator yang dapat diukur, satu indikator sesuai dengan standar yaitu persentase modal atau dana yang tersedia dengan keseluruhan dana yang dibutuhkan, sedangkan 6 indikator belum sesuai dengan standar yaitu persentase alokasi dana pengadaan obat, perbandingan jumlah item obat yang direncanakan dengan jumlah item dalam kenyataan pemakaian, persentase jumlah barang dalam satu item obat dalam perencanaan dengan jumlah barang dalam item tersebut dalam kenyataan pemakaian, frekuensi pegadaan item obat, frekuensi kurang lengkapnya surat pesanan/kontrak, frekuensi tertundanya pembayaran oleh rumah sakit. Sedangkan indikator yang tidak dapat diukur adalah proporsi jumlah produk yang benar-benar diterima dari jumlah total yang direncanakan, dan persentase jumlah yang digunakan dari total jumlah yang tersedia untuk dikonsumsi setelah dikurangi buffer stock.
ABSTRACT Planning and procurement which parts of management drug supply give the biggest effect on drug inventory and hospital cost. This study aimed to describe planning and procurement systems in Pharmacy Department of Muntilan Regional Public Hospital on 2015 and 2016. The evaluation was done by comparing the real management drug supply indicators by standard indicator of Pudjaningsih (1996), Depkes (2010), and WHO (2011). This study was conducted on December 2016 untill February 2017 using retrospective analysis of secondary data and primary data by interview with whom related to that department. The data sample was taken by random sampling. The inventory control of ABC analysis is to determine the priority of drugs related to the cost effect. Result from this study shown the overview of management drug supply especially on planning and procurement steps in Pharmacy Department of Muntilan Regional Public Hospital on 2015 and 2016. This result shown that these steps not in accordance with the standard indicators. It can be seen by 7 indicators that measured, one of them compatible with the standard indicator which is percentage of available fund compared with cost planned. The other 6 indicators are not compatible with standard: percentage of drug procurement with fund allocation, percentage of drug item planned compared with the using, percentage total quantities of a drug item with the using, the procurement frequency of each drug item, frequency uncompleted of orderlist/contract, frequency of delayed rate in payment by hospital. And indicators that can not be measured are proportion of the quantities of products actually recieved out of total quantities planned, and percentage of quantities used out of total quantities available for consumption after deduction of buffer stock.
Kata Kunci : pengelolaan obat, perencanaan, pengadaan, instalasi farmasi