Faktor - Faktor yang mempengaruhi disparitas pembangunan di DIY
ANNISA RACHMAWATI, Retno Widodo Dwi Pramono, ST., M.Sc., Ph.D.
2017 | Skripsi | S1 PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTATujuan perencanaan pengembangan wilayah adalah kesejahteraan masyarakatnya secara merata berkeadilan. Namun, di Indonesia masih mengalami ketimpangan kesejahteraan masyarakat antar wilayah. salah satu wilayah yang mengalami ketimpangan antar wilayah adalah Provinsi Daerah Istimwa Yogyakarta yang menduduki urutan kedua dengan rasio gini tertinggi di Indonesia. Oleh karena itu, perlu dipelajari bagaimana ketimpangan terjadi dan apa faktor yang mempengaruhi terjadinya ketimpangan antar wilayah, agar dapat dilakukan intervensi untuk menguranginya. Dalam analisis perencanaan, perhitungan ketimpangan wilayah dilihat berdasarkan nilai PDRB yang dimiliki daerah tersebut. Namun, masing-masing daerah memiliki keunggulan tersendiri yang tidak dapat dilihat dari hasil nilai PDRB. Lokus dari penelitian deduktif ini adalah 64 kecamatan yang berada pada kabupaten-kabupaten di Provinsi daerah Istimewa Yogyakarta. Metode yang digunakan adalah pengembangan metode Tipologi Klassen dan Indeks Williamson menggunakan variasi potensi sumber daya dan sistem produksi. Potensi suatu daerah dilihat dari beberapa variabel seperti, cadangan air, perikanan, tambang, pertanian, tingkat pendidikan, jumlah usia produktif, kerapatan aksesibilitas, kerapatan sarana pendidikan, dan kerapatan sarana kesehatan. Sedangkan sistem produksi dapat dilihat dari 3 (tiga) aspek yakni, produksi, transaksi dan transformasi. Aspek produksi dijelaskan dengan menggunakan variabel kerapatan UMKM dan jumlah angkatan kerja, aspek transaksi dijelaskan menggunakan variabel kerapatan sarana ekonomi, sedangkan aspek transformasi dijelaskan menggunakan variabel rasio pekerja non primer terhadap pekerja primer. Pada tahap akhir, dilakukan perhitungan regresi multivariat untuk mengetahui varibel yang berpengaruh terhadap ketimpangan wilayah. Dari penelitian ini dapat diperoleh kesimpulan, ketimpangan antar wilayah merupakan perbedaan wilayah yang disebabkan oleh suatu wilayah dalam mencari keuntungan tertinggi bagi wilayahnya, tanpa melihat kemampuan wilayah lain dalam mencari keuntungan. Oleh karena itu, ketimpangan wilayah diukur dari inovasi suatu daerah untuk melakukan transformasi ekonomi pada daerahnya. sebagai pegangan yang berguna untuk menghadapi persaingan ekonomi dengan daerah sekitarnya. Kemampuan daerah untuk melakukan transformasi ekonomi dapat dilihat dari tingkat pendidikan, rasio pekerja non primer terhadap primer serta jumlah UMKM yang dimiliki oleh masyarakat. Sehingga faktor yang mempengaruhi terjadinya ketimpangan wilayah di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta kemampuan wilayahnya untuk melakukan transformasi ekonomi.
The purpose of regional development planning is equitable welfare society. However, Indonesia still having disparity of welfare society. One of the areas that have regional disparity is Yogyakarta Province, who had second rank the highest Gini ratio in Indonesia. Therefore, it is necessary to learn how disparity occurred and what is the factors that affect the phenomenon of regional disparity, in order to do the intervention to reduce them. In planning analysis, calculation of regional disparity seen by the value of GDP. However, each region has its own advantages that can not be seen from the value of GDP. Locus of deductive research are 64 districts that located in province of Yogyakarta area. This research used the development of klassen typology and williamson index method, which uses a variation of resource potential and production system. The potential of a region can be seen from several variables such as, water supply, fisheries, mining, agriculture, education level, number of productive age, accessibility, number of education facilities, and the number of health facilities. While the production system can be viewed from three (3) aspects of the production, transaction and transformation. The production aspects described by using the number of small business and labors variable, the transaction aspects using the density of economic means variable, and the transformation aspects using ratio of primar sector workers with sector. At last, multivariate regression calculations used to determine the variables that affect the regional disparity. From this research, it can be concluded that regional disparity is differentiation caused by regionals capability in finding its highest profitable resource, regardless in other regionals capability. Thus, inequality measured from the innovation of the area to transform the economy sector in case facing the economic competition with other region. Region capability to transform its economic sector can be seen from the level of education, ratio of primar sector workers with sector, and the number of small business that are owned by the public. Thus, the factors that affect regional disparity in DIY Province is the regional capability to transform its economic sector.
Kata Kunci : ketimpangan wilayah, potensi sumber daya, sistem produksi, transformasi ekonomi