Laporkan Masalah

Motivasi Petani Mempertahankan Lahan Sawah di Kecamatan Banguntapan Kabupaten Bantul

AYU NUR INDAH SARI, Prof. Dr. Ir. Sunarru Samsi Hariadi, M.S ; Dr. Ir. Roso Witjaksono, M.S

2017 | Skripsi | S1 PENYULUHAN DAN KOMUNIKASI PERTANIAN

Perubahan penggunaan lahan pertanian ke nonpertanian yang dikenal dengan istilah alih fungsi (konversi) lahan, kian waktu kian meningkat. Meskipun alih fungsi lahan pertanian banyak terjadi, namun masih terdapat petani yang masih mempertahankan lahan sawahnya. Tekad petani dalam mempertahankan lahan sawah didasari oleh berbagai macam motivasi. Penelitian mengenai Motivasi Petani Mempertahankan Lahan Sawah dilakukan di Kecamatan Banguntapan dilakukan dengan tujuan mengeathui : 1) Mengetahui tingkat motivasi dan alasan petani dalam mempertahankan lahan sawah untuk kegiatan pertanian di Kecamatan Banguntapan Kabupaten Bantul, 2) Mengetahui factor-faktor yang mempengaruhi motivasi petani dalam mempertahankan lahan sawah untuk kegiatan pertanian di Kecamatan Banguntapan Kabupaten Bantul, 3) Mengetahui pengaruh motivasi terhadap keberlanjutan usahatani petani di Kecamatan Banguntapan Kabupaten Bantul. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode Analisis Deskriptif. Pemilihan lokasi penelitian dan sampel desa dilakukan secara purposive, sedangkan pengambilan sampel petani dilakukan secara stratified random sampling yaitu stratifikasi dekat ( jarak lahan sawah 0-100m dari jalan utama), stratifikasi tengah ( jarak lahan sawah 100-200m dari jalan utama), dan stratifikasi jauh ( jarak lahan sawah lebih dari 200m dari jalan utama). Total sampel berjumlah 60 petani yaitu 21 petani setiap desa. Metode analisis yang digunakan yaitu uji proporsi, uji regresi linear berganda dan uji regresi linear sederhana. Hasil menunjukkan bahwa tingkat motivasi petani dalam mempertahankan lahan sawah di Kecamatan Banguntapan termasuk kategori tinggi. Luas lahan, persepsi dan peran perangkat desa berpengaruh secara signifikan terhadap motivasi petani dalam mempertahankan lahan sawah. Sedangkan umur, tingkat pendidikan, jumlah tanggungan keluarga, pendapatan petani, dan peran penyuluh pertanian tidak berpengaruh nyata terhadap motivasi petani dalam mempertahankan lahan sawah. Nilai signifikansi faktor luas lahan yaitu 0,007 dengan nilai koefisien regresi sebesar -0,002, nilai signifikansi faktor persepsi yaitu 0,000 dengan nilai koefisien regresi sebesar 2,431, dan nilai signifikansi faktor peran perangkat desa yaitu 0,037 dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,436. Hasil tersebut menunjukkan bahwa setiap penambahan satu satuan variabel persepsi dan peran perangkat desa maka akan meningkatkan motivasi petani dalam mempertahankan lahan sawah. Sedangkan untuk variabel luas lahan, setiap penambahan satu satuan variabel luas lahan akan menurunkan motivasi petani dalam mempertahankan lahan sawah.

Changes to non-agricultural use of farmland known as conversion (conversion) of land, the more time is increasing. Although agricultural land conversion happens a lot, but still there are farmers who still maintains his farm. Determination of farmers in maintaining the wetland is constituted by various kinds of motivation. Research on the Motivation of Farmers Retain Wetland conducted in the District Banguntapan done in order to know: 1) The level of motivation and the reason farmers in maintaining wetland for agricultural activities in the district Banguntapan Bantul, 2) the factors that influence the motivation of farmers in maintaining wetland Banguntapan District of Bantul, 3) The effect of motivation on the sustainability of farming in the district of Bantul Banguntapan. The method used in this research is descriptive analysis method. Selection of the test site and the village is purposive sampling, while farmers do sampling stratified random sampling that is stratified near (within wetland 0-100m from the main road), stratification middle (wetland 100-200m distance from the main road), and stratification away (distance wetland more than 200m from the main road). The total sample of 60 farmers with 21 farmers per village. The analytical method used is the proportion of test, multiple linear regression and simple linear regression test. Results showed that the level of motivation of farmers in maintaining the wetland in the District Banguntapan including high category. Land use, perception and the role of the village significantly affect the motivation of farmers in maintaining wetland. As for age, education level, number of dependents, income of farmers, and the role of agricultural extension did not significantly affect the motivation of farmers in maintaining wetland. The significant value factors of land area that is 0,007 with regression coefficient of -0.002, significance value perception factor is 0.000 with regression coefficient of 2.431, and the significant value factor is the role of the village authorities 0,037 with regression coefficient of 0.436. The results show that each additional unit of variable perception and the role of the village will increase the motivation of farmers in maintaining wetland. As for the variable land area, each additional variable unit land area will decrease the motivation of farmers in maintaining wetland.

Kata Kunci : Motivasi, Mempertahankan Lahan Sawah, Alih Fungsi Lahan

  1. S1-2017-348081-abstract.pdf  
  2. S1-2017-348081-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-348081-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-348081-title.pdf