PENGENDALIAN MUTU BIBIT TEBU (Saccharum officinarum L.) MATA TUNAS TUNGGAL MENGGUNAKAN PENGATURAN KADAR LENGAS MEDIA SERBUK ABU SEKAM PADI
HENRICUS TEGAR P, Dr. Ir. Taryono, M.Sc.; Rani Agustina Wulandari, S.P., M.P., Ph.D.; Ir. Supriyanta, M.P.
2017 | Skripsi | S1 PEMULIAAN TANAMANBibit tebu mata tunas tunggal memiliki umur simpan yang relatif pendek. Apabila tanpa perlakuan, daya kecambah mata tunas tunggal sudah menurun pada umur simpan 2 hari. Oleh karena itu, dibutuhkan metode penyimpanan yang tepat untuk memperpanjang umur simpan, sehingga kualitasnya masih baik saat akan ditanam di lahan petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar lengas media simpan dan umur simpan tebu terbaik untuk mempertahankan mutu bibit tebu mata tunas tunggal. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan perlakuan faktorial 3 kali 4 + 1 dalam rancangan lingkungan acak lengkap (RAL). Faktor pertama adalah media simpan yang terdiri dari media simpan serbuk abu sekam padi dengan penambahan kadar lengas media 0, 20, 40 dan 60 %. Faktor kedua adalah klon tebu yang terdiri dari klon Kidang Kencana, klon Bululawang, dan klon VMC. Pengamatan dilakukan pada umur simpan 0, 4, 8, 12 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara media simpan dan klon yang digunakan pada jumlah mata tunas mati, jumlah mata tunas tumbuh, indeks vigor (IV), tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang sedangkan pada pengamatan lainnya, media simpan dan klon tebu tidak memberikan pengaruh yang nyata. Penyimpanan menggunakan media dengan kadar lengas 20% secara umum sedikit menurunkan kualitas benih. Klon VMC menunjukkan perkecambahan benih paling baik dilihat dari gaya berkecambah dan indeks vigornya. Dari pengamatan mutu benih diketahui penambahan kadar lengas mampu memperpanjang masa simpan hingga umur simpan 12 hari , sedangkan pada mutu bibit penambahan kadar lengas mampu memperpanjang masa simpan hingga 8 hari.
Bud chip has relatively short storage longevity. Its seed germination decreases after 2 days of storage without any treatment. Therefore, appropriate storage method is needed to lengthen bud chips storage longevity, so the quality can be maintained on the plantation. This research was aimed to find out the best storage media and sugarcane clone to maintain bud chip quality. There was 3 x 4 + 1 factorials treatment design which arranged in completely randomized design (CRD). The first factor was storage media which rice husk ash with moisture 0, 20, 40 and 60% whereas the second factor was sugarcane clone. The sugarcane clones consisted of Kidang Kencana, Bululawang and VMC clone. Observations were done at 0, 4, 8 and 12 day after storage. The results showed that the interaction between clone and storage media gives real effects on moldy bud chip, dead bud chip, seed germination, and bud chips vigor index. There was no real interaction effect on the other variables.
Kata Kunci : Klon, Tebu, Media Simpan