HUBUNGAN KADAR HEMOGLOBIN IBU HAMIL TRIMESTER I DENGAN KEJADIAN BERAT BAYI LAHIR RENDAH
NURJANAH INTAN P, Diah Wulandari, M.Keb ; Drs. Abdul Wahab, MPH
2017 | Tugas Akhir | D4 BIDAN PENDIDIK SVBerat bayi lahir rendah (BBLR) didefinisikan sebagai bayi baru lahir dengan berat badan lahir kurang dari 2500 gram. Ibu hamil dengan anemia memiliki risiko lebih tinggi mengalami BBLR dibanding ibu hamil tidak anemia. Faktor yang mempengaruhi BBLR, salah satunya yaitu anemia. Tujuan penelitian ini untuk membandingkan proporsi ibu yang terpapar anemia dengan ibu yang tidak terpapar anemia pada ibu hamil trimester I dalam upaya menurunkan angka kesakitan dan kematian neonatal. Metode penelitian ini menggunakan desain kohort retrospektif. Populasi target adalah semua ibu hamil trimester I, sedangkan populasi terjangkau adalah semua ibu hamil trimester I yang kadar hemoglobin (Hb) nya diperiksa dan telah ada datanya di UPT Puskesmas Wonosari II. Sampel berjumlah 156 ibu hamil. Pengambilan sampel menggunakan quota sampling. Pengumpulan data menggunakan data sekunder. Analisis yang dilakukan dengan cara analisis univariat distribusi frekuensi, analisis bivariat dengan menggunakan chi square, serta analisis multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 156 ibu melahirkan diketahui 78 ibu dengan riwayat anemia dan 45 orang melahirkan bayi dengan BBLR. Pada analisis menunjukkan bahwa p=0,000 (p<0,05), RR= 3,21 CI95%(1,928-5,359). Pada uji bivariat terdapat hubungan yang signifikan antara variabel perancu dengan variabel terikat yaitu paritas dan status gizi. Pada uji multivariat nilai OR anemia 7,35 (95% CI 3,379 – 16,011) artinya ibu menderita anemia dengan paritas yang berisiko mempunyai risiko 7, 35 kali melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah.
Low birth weight (LBW) is defined as a newborn with a birth weight less than 2500 grams. Pregnant women with anemia have a higher risk of having low birth weight than women do not anemia. Factors affecting LBW, one of which is anemia. The purpose of this study to compare the proportion of mothers who are exposed to anemia in mothers who are not exposed to anemia in the first trimester pregnant women in an effort to reduce morbidity and neonatal mortality. This research method using a retrospective cohort design. The target population was all pregnant women the first trimester, while affordable, is the population of all pregnant women the first trimester the levels of hemoglobin (Hb) it inspected and have no data on the UPT Puskesmas Wonosari II. Sample of 156 pregnant women. Sampling using quota sampling. Collecting data using secondary data. The analysis is done by means of univariate analysis frequency distribution, bivariate analysis using chi square and multivariate analysis using logistic regression. The results showed that 156 maternal unknown 78 mothers with a history of anemia and 45 give birth to babies with low birth weight. In the analysis showed that p = 0.000 (p <0.05), RR = 3.21 CI95% (1.928 to 5.359). In bivariate test a significant correlation between confounding variables with the dependent variable is the parity and nutritional status. On multivariate analysis value anemia OR 7.35 (95% CI 3.379 to 16.011) means mothers suffer from anemia at risk parity risk for 7, 35 times give birth to babies with low birth weight.
Kata Kunci : kadar hemoglobin, status anemia, BBLR/ Hemoglobin, Anaemia statue, Low birth weight