Sikap Petani terhadap Pestisida Nabati pada Tanaman Cabai di Kabupaten Banjarnegara
DESTI SETIANINGSIH, Prof.Dr.Ir.Sunarru Samsi Hariadi, M.S;Ir. Harsoyo, M.Ext.Ed
2017 | Skripsi | S1 PENYULUHAN DAN KOMUNIKASI PERTANIANSalah satu contoh dari perilaku petani yang dapat menurunkan kualitas sumber daya alam adalah penggunaan pestisida kimia. Penggunaan pestisida yang kurang bijaksana dan terus-menerus akan berdampak negatif terhadap kesehatan manusia, sumberdaya hayati dan lingkungan. Petani di Kabupaten Banjarnegara termasuk dalam kategori yang masih tidak tepat waktu, jenis, dan dosis. Petani cabai sebagai salah satu tanaman yang rawan terhadap hama juga termasuk dalam kategori tersebut. Sehingga perlu diadakan penyuluhan mengenai pestisida nabati pada tanaman cabai. Namun, dalam pelaksanaannya tentu harus selaras dengan petani selaku pelaku utama pengguna pestisida. Sikap petani yang mendukung atau menolak menjadi penting bagi pertimbangan suatu kebijakan atau program apakah dapat diterima di masyarakat dan berlanjut atau tidak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa setuju sikap petani terhadap pestisida nabati pada tanaman cabai di Kabupaten Banjarnegara dan faktor-faktor yang mempengaruhinya serta mengetahui pengaruh sikap terhadap penerapan pestisida nabati pada tanaman cabai di Kabupaten Banjarnegara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yang diambil lokasi berdasarkan purposive sampling yaitu di daerah sentra tanaman cabai di Kecamatan Bawang, Kecamatan Purwonegoro dan Kecamatan Pejawaran dengan sampel 60 petani dipilih dengan metode simple random sampling 20 petani di masing-masing kecamatan. Berdasarkan hasil penelitian, seluruh sampel menyatakan setuju sikap petani tergolong sangat setuju terhadap pestisida nabati pada tanaman cabai, yaitu dengan capaian skor sebesar 81,21%. Faktor yang berpengaruh nyata hanya persepsi, sedangkan faktor-faktor yang tidak berpengaruh nyata yaitu, umur, tingkat pendidikan, luas lahan, keaktifan dalam kelompok tani, frekuensi menghadiri penyuluhan, dan peran penyuluh. Berdasarkan penelitian juga diketahui bahwa sikap berpengaruh pada penerapan pestisida nabati pada tanaman cabai.
One example of the behavior of farmers that can degrade the quality of natural resources is the use of chemical pesticides. The use of pesticides is less wise and continuously will have a negative impact on human health, natural resources and the environment. Farmers in Banjarnegara included in the category are still not on time, type and dose. Chili farmers as one of the plants vulnerable to pests are also included in that category. So there should be counseled about pesticide plant in chili. However, in practice would have to be aligned with the farmers as the main perpetrators of the pesticide. The attitude of farmers who support or reject it becomes necessary for consideration of a policy or program whether it is acceptable in society and continues or not. This study aims to find out how to agree the attitude of farmers on botanical pesticides in chili in Banjarnegara regency and the factors that influence and determine the effect of attitude towards the implementation of botanical pesticides in chili in Banjarnegara regency. The method used in this research is descriptive method and taken by purposive sampling locations in the central areas of chili in District Bawang, District Purwonegoro and District Pejawaran with a sample of 60 farmers selected by simple random sampling of 20 farmers in each district. Based on the results of the study, all samples strongly agree classified farmer's attitude towards pesticide plant in chili, namely the achievement of a score of 81.21%. The only real factor that affects is perception, whereas factors had no significant effects are age, education, land, active in farmer groups, the frequency of attending counseling, and the role of instructor. Based on the study also note that attitudes affect the application of the pesticide plant in pepper.
Kata Kunci : Pestisida Nabati, Sikap, Cabai, Persepsi/Botanical Pesticides, Attitude, Chili, Perception