Efisiensi Alokatif Usahatani Bawang Merah Organik di Kecamatan Cepogo Kabupaten Boyolali
ANGGITA NOVIA PUTRI, Sugiyarto, S.P., M.Sc. ; Dr. Ir. Lestari Rahayu Waluyati, M.P.
2017 | Skripsi | S1 SOSIAL EKONOMI PERTANIAN (AGROBISNIS)Bawang merah merupakan salah satu komoditas hortikulura yang banyak dibudidayakan di dataran rendah di Jawa dengan kandungan residu kimia yang tinggi dari aplikasi penggunaan input pestisida dan pupuk anorganik. Sementara itu, di Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali terdapat pembudidayaan bawang merah organik di dataran tinggi tanpa penggunaan pupuk kimia. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menghitung biaya, penerimaan dan pendapatan usahatani bawang merah organik, (2) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi usahatani bawang merah organik, (3) menghitung tingkat efisiensi alokatif usahatani bawang merah organik. Dalam penelitian ini 40 petani bawang merah organik dipilih secara acak sebagai responden dan diwawancarai dengan menggunakan kuesioner terstruktur. Analisis pendapatan usahatani, analisis fungsi produksi Cobb-Douglas yang diestimasi menggunakan OLS regresi linier berganda, efisiensi alokatif dan one sample t-test digunakan untuk menjawab tujuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) rerata biaya, pendapatan dan penerimaan usahatani bawang merah organik (per Ha/tahun) masing-masing adalah Rp56.490.844,00; Rp473.320.312, 00; Rp420.021.967,00, (2) bibit, tenaga kerja dan lahan adalah faktor yang berpengaruh terhadap produksi bawang merah organik, (3) benih dan tenaga kerja belum efisien secara alokatif, dan lahan tidak efisien secara alokatif.
Shallot is one of popular horticulural commodities which are largely planted in lowland in Java with massive pesticide and chemical inputs application. Meanwhile, in Cepogo Sub-district, Boyolali Regency there is organic shallot which is planted in the upland without applying chemical fertilizer. This research aims to: (1) calculate the cost, revenue and income of organic shallots farming, (2) analyze the determinant factor of production of organic shallot farming, (3) estimate the level of allocative efficiency of organic shallot farming. In this research 40 organic shallot farmers are chosen randomly and interviewed by using structured questionnaire. Farm income analysis, OLS multiple linear regression, allocative efficiency and one sample t-test are applied to approach the goals. The result shows that : (1) The average cost, revenue and income of organic shallot farming (per Ha/year) are Rp56.490.844,00 ; Rp473.320.312,00 ; Rp420.021.967,00, respectively, (2) seed, labor and land area are the determinant factors of organic shallot production, (3) seed, labor and land area are allocatively inefficient.
Kata Kunci : bawang merah organik, efisiensi alokatif, biaya, pendapatan / organic shallot farming, allocative efficiency, cost, income