Laporkan Masalah

TANGGAPAN SETEK LIMA KLON TEH (Camellia sinensis L.) TERHADAP TAKARAN MIKORIZA

NASHIH ULWAN, Dr. Ir. Taryono, M.Sc., Dr. Ir. Jaka Widada, M.P., Dr. Ir. Setyastuti Purwanti, S.U.

2017 | Skripsi | S1 PEMULIAAN TANAMAN

Intisari Produktifitas teh di Indonesia cenderung menurun pada tahun 2009-2014, sehingga alternatif baru diperlukan untuk meningkatkan produktifitas teh dengan memperbaiki mutu bibit teh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tanggapan stek lima klon teh terhadap pemberian mikoriza dan mengetahui peran mikoriza dalam meningkatkan mutu bibit teh. Perlakuan terdiri dari dua faktor yaitu takaran mikoriza dan klon yang ditata dalam Rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) dengan empat blok sebagai ulangan. Faktor pertama merupakan klon teh terdiri dari 5 aras yaitu klon Gambung 7, PGL 4, PGL 9, PGL 10 dan PGL 15, sedangkan faktor kedua adalah pemberian mikoriza yang terdiri dari 4 aras yaitu 0, 3, 6 dan 9 g/polibag. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lima klon teh memberikan tanggapan yang beragam terhadap pemberian mikoriza. Pemberian 3 g mikoriza/polibag meningkatkan kecepatan infeksi pada PGL 4 kira-kira 2 minggu setelah perlakuan. Klon PGL 10 dengan pemberian 9 g mikoriza/polibag menunjukkan ketanggapan positif tertinggi sebesar 15%, sedangkan klon PGL 9 dengan 6 g mikoriza/polibag menunjukkan ketanggapan negatif terendah sebesar -17%. Pemberian mikoriza berbagai takaran menghasilkan mutu bibit yang sama baiknya.

Abstract Planting material plays a major role in agriculture, therefore it is possible to increase productivity by improving tea cuttings quality. This research aimed to determine the response of five tea clones cuttings to mycorrhizal application and to know the effect of mycorrhizal application to tea seedling quality. The treatments which composed of two factors i.e. mycorrhizal dosages and tea clone are arranged in randomized complete block design (RCBD) with four blocks as replications. The first factor is tea clones, i.e. Gambung 7, PGL 4, PGL 9, PGL 10 and PGL 15, whereas the second factor is mycorrhizal dosages, i.e. 0, 3, 6 and 9 g/polybag. The research showed that clones responsed differently to Arbuscular Mycorrhizal Fungi (AMF) infection. The application of 3 g mycorrhizal /polybag accelerated the AMF infection on PGL 4 as fast as two weeks after application. PGL 10 clone with 9 g mycorrhizal/polybag application provided the highest positive responsiveness as high as 15%, meanwhile PGL 9 with 6 g mycorrhizal /polybag application reached the lowest negative responsiveness as low as -17%. The application of various doses of mycorrizhal application was not able to improve tea cutting quality.

Kata Kunci : Arbuskular Mycorrhizal Fungi (AMF), mycorrhiza responsiveness, tea cutting quality

  1. S1-2017-318193-abstract.pdf  
  2. S1-2017-318193-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-318193-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-318193-title.pdf