KEBERLANJUTAN PROGRAM PELATIHAN BUDIDAYA JAMUR PNPM MANDIRI PASCA 2015 DI DESA REKSOSARI, KECAMATAN SURUH, KABUPATEN SEMARANG, JAWA TENGAH
RIZAL INDRA PRIAMBAD, Dr. Krisdyatmiko, S.Sos., M.Si.
2017 | Skripsi | S1 ILMU PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN (SOSIATRI)Program pembangunan masyarakat berbasis pemberdayaan di Indonesia telah dilaksanakan sejak era Program Pengembangan Kecamatan (PPK) yang dimulai sejak tahun 1998. Program ini merupakan awal mula Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri yang pada tahun 2007 berganti nama seiring dengan dimulainya masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono. PNPM Mandiri merupakan lembaga yang ditunjuk oleh pemerintah sebagai perencana pembangunan dengan pendanaan yang berasal dari APBN dan APBD. PNPM mengelola dana pembangunan yang nantinya diwujudkan dengan pelaksanaan program-program yang berasal dari usulan masyarakat. Program yang dilaksanakan dapat berupa program pembangunan fasilitas fisik ataupaun dapat berupa program peningkatan kapasitas hidup (PKH). Salah satu program peningkatan kapasitas hidup yang dilaksanakan adalah program Pelatihan Budidaya Jamur yang dilaksanakan oleh PNPM Mandiri Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang yang berlangsung hingga akhir tahun 2014 dimana di tahun tersebut juga masa bakti PNPM berakhir. Penelitian ini berfokus pada bagaimana program Pelatihan Budidaya Jamur tersebut berlangsung pada masa berakhirnya PNPM Mandiri yang dilihat pada alur berjalannya program. Dari tahap awal hingga pasca program dianalisis menggunakan tiga konsep yaitu konsep exit strategy, implementasi program, dan pemberdayaan masyarakat. Ketiga konsep tersebut memiliki keterkaitan sesuai dengan alur program budidaya jamur, konsep pemberdayaan masyarakat menjelaskan mengenai perumusan program pemberdayaan yang sesuai dengan keunikan lokal, implementasi program menjelaskan mengenai pelaksanaan suatu program, dan konsep exit strategy mengenai penanganan pasca program. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan meneliti pada salah satu program PNPM berjenis PKH yaitu program Pelatihan Budidaya Jamur yang dilaksanakan di Desa Reksosari, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah dengan unit analisis masyarakat Desa Reksosari sebagai masyarakat penerima program budidaya jamur. Proses pengambilan data penelitian dilakukan dengan metode wawancara mendalam observasi serta dokumentasi. Data yang didapat kemudian dianalisis dengan teknik reduksi data, kategorisasi, sintesisasi, dan pembuatan hipotesis kerja. Pengujian keabsahan data dilakukan dengan menggunakan metode peningkatan ketekunan dan triangulasi. Temuan penelitian ini menunjukan bahwa program yang diselenggarakan belum siap untuk dihentikan inputnya karena program yang belum sepenuhnya berakhir dan memberikan dampak bagi keadaan sosial dan ekonomi masyarakat. Masyarakat yang terbentuk dalam Kelompok Usaha belum siap untuk dapat mengelola program ini secara mandiri sehingga akhirnya program budidaya jamur tidak berlanjut dan gagal mewujudkan tujuan akhir masyarakat penerima manfaat. Walaupun berbagai faktor seperti kesalahan kepengurusan, karakter masyarakat yang kurang baik, dan kondisi sumberdaya berkontribusi pada kegagalan program ini namun yang menjadi perhatian adalah mengenai kesalahan pengurus yang telah meninggalkan program yang belum siap untuk mandiri dan belum sepenuhnya selesai.
Empowerment-based community development program in Indonesia has been implemented since the era of the District Development Program (PPK), which began in 1998. This program is the beginning of the National Program for Community Empowerment (PNPM) which in 2007 was renamed as the commencement of the reign of Susilo Bambang Yudhoyono , PNPM Mandiri is an institution designated by the government as a development planner with funding coming from state and local budgets. PNPM manage development funds that will be realized by the implementation of the programs that came from community suggestions. Programs implemented may include physical facilities or development programs can be life capacity building program (PKH). One of the capacity building programs implemented is the "Training of Mushroom" implemented by the District Suruh PNPM Mandiri, Semarang regency that lasted until the end of 2014, which in that year also PNPM's term expires. This study focuses on how the program "Mushroom Cultivation Training" takes place at the expiration of PNPM Mandiri is seen on the flow of the program. From the early stages to post-program were analyzed using three concepts, namely the concept of exit strategy, program implementation, and community empowerment. These three concepts are interrelated in accordance with the flow of mushroom cultivation program, explained the concept of community empowerment program formulation in accordance with local uniqueness, implementation of the program describes the implementation of a program, and the concept of an exit strategy regarding the handling of post-program. This study uses descriptive qualitative method by researching on one manifold PNPM PKH program which is a program "Mushroom Cultivation Training" was held in the village Reksosari, District Suruh, Semarang regency, Central Java. The analysis unit was the village community as beneficiary communities of mushroom cultivation program. The process of data collection conducted research with in-depth interviews observation and documentation. The data were then analyzed by using data reduction, categorization, data synthesizing, and manufacture a working hypothesis. Testing the validity of the data using an improved method of persistence and triangulation. The findings of this study indicate that a program organized yet ready to stop its input because the program has not completely ended and give effect to the social and economic circumstances. Society formed in the Business Group is not ready to be able to manage this program independently and eventually mushroom cultivation program does not continue and failed to realize the ultimate goal of the beneficiaries. Although a variety of factors such as fault management, people who lack of good character, and resource conditions contributing to the failure of this program, but the concern is about the mistakes of the administrators that have left the program when it is not ready to be independent and not fully completed.
Kata Kunci : Pemberdayaan, PNPM, Pengelolaan