Laporkan Masalah

Evaluasi Efisiensi Kinerja UMKM Tahu di Kota Yogyakarta dengan Data Envelopment Analysis (DEA)

HELSAFIRA S P, Agustinus Suryandono; Suharno

2017 | Skripsi | S1 TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN

UMKM tahu berperan penting dalam mendorong peningkatan pendapatan masyarakat dan perbaikan ekonomi di Kota Yogyakarta. Namun, peran penting UMKM tersebut belum diimbangi dengan peningkatan efisiensi yang masih rendah akibat tidak seimbangnya output yang diharapkan dengan sumber daya yang ada. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis tingkat efisiensi relatif aktivitas produksi antara beberapa UMKM tahu, mengidentifikasi variabel input yang menyebabkan UMKM belum efisien dalam pengelolaan sumber daya, dan memberikan rekomendasi sebagai upaya efisiensi. Benchmarking digunakan sebagai metode dalam usaha peningkatan efisiensi dengan cara membandingkan kinerja tiap-tiap operasi pada suatu industri dengan industri sejenis. Dalam penelitian ini, Data Envelopment Analysis (DEA) dengan model Variable Return to Scale (VRS) berorientasi output dimanfaatkan sebagai benchmarking tools untuk membandingkan parameter kinerja yang berpengaruh pada tingkat efisiensi aktivitas produksi di antara UMKM tahu. Berdasarkan penelitian, diketahui bahwa sembilan dari delapan belas Decision Making Unit (DMU) belum efisien secara relatif dalam penggunaan parameter input untuk memperoleh output yang seharusnya dapat dicapai. Inefisiensi UMKM pengolahan tahu terutama disebabkan oleh tiga faktor produksi, yaitu pemanfaatan volume bak perebusan (cm3) dengan rata-rata potential improvement 48,28%, produktivitas mesin penggiling (menit) dengan rata-rata potential improvemet 24,85%, dan produktivitas tenaga kerja (orang) dengan rata-rata potential improvement 23,65%. Rekomendasi perbaikan adalah memaksimalkan kapasitas bak perebusan dengan penambahan bahan baku, meningkatkan produktivitas mesin penggiling dengan pembersihan dan perawatan secara berkala, serta meningkatkan produktivitas tenaga kerja dengan memberlakukan sistem shift.

Tofu industry, with its vast number of micro medium and small enterprises (MSMEs), play major role in Yogyakarta community income improvement and economic development. However, the role importance has not been complemented by the low efficiency due to imbalance between expected output to the existing resources. This study was aimed to analyze relative efficiency among tofu MSMEs measured on production activity and to identify input variables in resources management lead to inefficiency, as well as to propose recommendations for efficiency improvement. In this study, benchmarking was used to improve efficiency through comparison on each operation unit among similar enterprises. Data Envelopment Analysis (DEA) using output oriented Variable Return to Scale (VRS) was performed as benchmarking tools to compare significant performance parameter on efficiency of tofu industries production activities. The results indicated that nine among eighteen Decision Making Units (DMUs) were relatively inefficient in input utilization to obtain expected output. These was mainly caused by three production factors of boiling basin volume utilization (in cm3), grinding machine productivity (in minutes), and labor productivity (in person), with average potential improvement of 48.28%, 24.85%, and 23.65%, respectively. Recommendations proposed for improvement were maximization of boiling bath capacity through increased raw material, improvement of grinding machine productivity through regular cleaning and maintenance, and also labor improvement through shift system application.

Kata Kunci : Kata kunci: Data Envelopment Analysis, Efisiensi, Tahu


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.