KINERJA PENYULUH PERTANIAN LAPANGAN DI KABUPATEN BANTUL
ANDHIKA HARYAWAN, Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D. ; Dr. Ir. Roso Witjaksono, M.S. ; Alia Bihrajihant Raya, S.P., M.P., Ph.D.
2017 | Skripsi | S1 PENYULUHAN DAN KOMUNIKASI PERTANIANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja penyuluh pertanian lapangan di Kabupaten Bantul dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan februari - maret 2017 dengan menggunakan metode penelitian deskriptif analitik. Penentuan sampel penyuluh dilakukan secara purposive sampling, yang mana penyuluh pertanian pegawai negeri sipil (PNS) dipilih karena penyuluh PNS merupakan pegawai negeri yang diberi tugas, tanggung jawab, wewenang, dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang pada satuan organisasi lingkup pertanian, perikanan, atau kehutanan untuk melakukan kegiatan penyuluhan. Jumlah sampel sebanyak 46 orang responden dipilih secara sensus. Hasil penelitian menunjukan bahwa kinerja penyuluh pertanian lapangan di Kabupaten Bantul termasuk dalam kategori tinggi dengan tingkat kinerja pada aspek hasil kerja sebesar 82,43 %, perilaku kerja sebesar 87,79 % dan sifat pribadi yang berhubungan dengan pekerjaan sebesar 89,63 %. Faktor jenis kelamin dan keterampilan berpengaruh positif terhadap kinerja penyuluh pertanian lapangan, sedangkan faktor wilayah kerja berpengaruh negatif terhadap kinerja penyuluh pertanian lapangan. Adapun faktor yang tidak berpengaruh secara nyata terhadap kinerja penyuluh pertanian lapangan di Kabupaten Bantul ialah faktor umur, pendidikan, lama kerja, motivasi kerja, gaji, pelatihan, jarak rumah ke tempat kerja, dan jumlah kelompok tani yang dibina.
This research aims to understand performance of field agricultural extension workers in Bantul Regency and to know the influencing factors. The research was conducted in February - March 2017 and the data was analyzed by descriptive analytic method. The selection of field agricultural extension workers was carried out by purposive sampling. Civil servants of field agricultural extension workers were selected because they were officers that were given the duties, responsibilities, authority and rights by authorized official on the organizational units in scope of agriculture, fisheries, or forestry to conduct extension activities. The amounts of samples were 46 respondents that were chosen by census. The study showed that performance of field agricultural extension workers in Bantul Regency was good, with the value of performance effectivity in work result aspects was 82,43 %, work behavior valued 87,79 %, and character that related to work valued 89,63 %. Gender and skills factors positively influenced toward the performance of field agricultural extension workers, and work areas negatively influenced toward the performance of field agricultural extension workers. Factors which were not significantly affecting toward the performance of field agricultural extension workers in Bantul Regency were age, education, working experience, motivation, salaries, training, distance between home and the workplace, and number of supervised farmer groups.
Kata Kunci : Kinerja, Lapangan, Penyuluh, Pertanian / Agricultural, Extension Workers, Field, Performance