Implementasi Program Budi Daya Pepaya California sebagai Corporate Social Responsibility PT. Pertamina (Persero) di Desa Kedungsari, Kecamatan Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta
RAHMI HIDAYATI, Dr. Krisdyatmiko, S.Sos, M.Si
2017 | Skripsi | S1 ILMU PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN (SOSIATRI)Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan isu strategis yang masih sangat aktual untuk diteliti saat ini. Hal ini sejalan dengan perkembangan pelaksanaan program CSR yang dilakukan oleh berbagai perusahaan di Indonesia. Dalam melaksanaan program CSR perusahaan menjalin mitra dengan berbagai stakeholder. Program CSR memiliki beragam bentuk dan pada pelaksanaanya ada yang mengalami keberhasilan dan ada pula yang mengalami kegagalan. Penelitian ini berjudul "Implementasi Program Budi Daya Pepaya California sebagai Corporate Social Responsibility PT. Pertamina (Persero) Di Desa Kedungsari, Kecamatan Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta". Fokus dalam penelitian ini yaitu pada perbandingan keberhasilan dan pelaksanaan di tiga dusun penerima program budi daya pepaya california di Desa Kedungsari. Peneliti mengkerangkai fenomena yang terjadi di lapangan dengan menggunakan tiga konsep, yakni konsep modal sosial, konsep corporate social responsibility, dan konsep pemberdayaan masyarakat. Ketiga konsep ini memiliki keterkaitan antara satu sama lain. Konsep modal sosial menjelaskan bahwa modal sosial yang ada pada masyarakat berpengaruh pada penerimaan masyarakat terhadap program pemberdayaan yang dilakukan. Sementara, konsep CSR berfungsi dalam mengungkapkan bahwa program CSR pun dapat memperkuat modal sosial yang ada pada masyarakat. Program CSR yang berupa pemberdayaan masyarakat akan lebih efektif dilakukan apabila memanfaatkan institusi lokal yang sudah ada dalam masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Unit analisis dari penelitian ini adalah masyarakat Desa Kedungsari sebagai penerima program budi daya pepaya california. Peneliti menggunakan teknik Purposive Sampling dan Snowball Sampling dalam menentukan informan. Untuk teknik pengambilan data, peneliti melakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Aspek yang menjadi analisis dalam penelitian ini adalah implementasi program budi daya pepaya california mulai dari proses perencanaan hingga evaluasi program dan keberhasilan dari program budi daya pepaya california di tiga dusun. Temuan lapangan pada penelitian ini yaitu terkait pada perencanaan program yang belum optimal sehingga terjadi dinamika pada proses perencanaan yang menyebabkan program budi daya pepaya california menjadi tidak sesuai dengan desain awal program pemberdayaan. Selain itu, masyarakat penerima program memiliki tingkat penerimaan yang berbeda-beda. Mayoritas masyarakat Desa Kedungsari yang bekerja sebagai petani lebih mengutamakan aktivitasnya untuk memenuhi target hasil panen padi sebagai penyuplai program beras daerah (Rasda). Banyak tantangan dan hambatan yang terjadi selama program ini berjalan. Modal sosial yang ada pada masyarakat bukanlah satu-satunya faktor yang paling dominan, melainkan ada faktor lain yang mempengaruhi keberhasilan program budi daya pepaya california yakni faktor alam (geografis) dan realitas perjalanan program budi daya pepaya california.
Corporate Social Responsibility (CSR) is still a very strategic and actual issue to be researched till these days. This issue is paralleled with the growth of CSR implementation in multiple companies based in Indonesia. In executing their CSR programs, these companies are partnering with many stakeholders. CSR programs has many varieties and in their implementation some of them are successful but many has failed also. This research title is Implementation of Californian Papaya's Cultivation Program as PT. Pertamina (Persero)'s Corporate Social Responsibility in Kedungsari Village, Pengasih District, Kulon Progo Regency, Yogyakarta. This research focus is about successful ratio and performance in three sub-districts that receive Californian Papaya's Cultivation Program in Kedungsari Village. Researcher framed the phenomenons that happened in field with three concepts; those are social capital concept, corporate social responsibility concept, and community empowerment concept. These concept are related to each other with social capital concept explained that modal in community are related to community acceptance on the on-going empowerment program. Meanwhile, CSR concept unveils that CSR program could strengthening social capital in community. CSR programs in the form of community empowerment will be more effective if they involves local community in the society. The method used is descriptive qualitative method. The unit of analysis of this study is Kedungsari Village community as californian papaya's cultivation program recipients. Researchers using purposive sampling technique and snowball sampling in determining the informant. For data collection techniques, researchers conducted observations, interviews, and documentation. Aspects of the analysis in this study is the implementation of a californian papaya's cultivation program, from planning to evaluation of the program and the success of a californian papaya's cultivation program in three hamlets. Field findings in this study is related to the planning of programs has not been optimal so that the dynamics in the planning process that led to californian papaya's cultivation programs become incompatible with the initial design of empowerment programs. In addition, the community has a program recipient acceptance rate vary. The majority of the Kedungsari villagers work as farmers prioritize its activities to meet the target of the harvest as a supplier of regional rice program (Rasda). Many of the challenges and obstacles that occur during the program run. Social capital in the community is not the only factor that is most dominant, but there are other factors that influence the success of californian papaya's cultivation program that natural factors (geographical) and reality implementation of californian papaya's cultivation program.
Kata Kunci : CSR, modal sosial, pemberdayaan masyarakat