Laporkan Masalah

A COMPARISON OF STRESS-LEVEL ON POST-SOPHOMORE MEDICAL STUDENTS AND POST-SOPHOMORE ENGLISH LITERATURE STUDENTS IN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA

HANSON, Dr. Cecep Sugeng Kristanto, Sp.KJ (K)

2017 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTER

Latar Belakang: Tingkat kesulitan pembelajaran yang tinggi dalam menjalani studi pendidikan dokter telah diakui oleh masyarakat di seluruh dunia, dan juga ada berbagai penelitian yang membuktikan secara signifikan bahwa banyak mahasiswa kedokteran yang mengalami stress selama masa studi. Namun pertanyaan yang justru belum terjawab adalah apakah kemudian jurusan studi lain yang sering dianggap mudah oleh publik seperti jurusan Sastra Inggris, tidak mengalami stress?. Studi cross-sectional ini akan membantu menjawab pertanyaan tersebut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan informasi secara ilmiah mengenai tingkat stress mahasiswa pasca-tahun kedua dari jurusan yang berbeda dan untuk meningkatkan pandangan publik serta meluruskan stigma mengenai tingkat-stress diantara mahasiswa dari jurusan yang berbeda. Hasil penelitian diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa dari setiap jurusan terhadap studi yang mereka pilih. Metode: Ini adalah sebuah studi observasional menggunakan desain studi kros-seksional untuk membandingkan tingkat stress mahasiswa kedokteran pasca tahun kedua dan mahasiswa sastra inggris pasca tahun kedua di Universitas Gadjah Mada. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner adaptasi dari Holmes-Rahe Stress Scale. Total subjek berjumlah 84 orang dari kedua jurusan (54 dari kedokteran dan 30 dari sastra inggris). Tingkat stress dibagi menjadi tiga kategori; ringan (skor <150), sedang (skor 150-300), dan berat (skor >300). Data di dalam studi ini dianalisis menggunakan statistik Chi-square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil: Dari total 54 mahasiswa kedokteran, 35 orang mengalami stress kategori berat. Sedangkan dari jurusan sastra inggris, 22 dari total 33 orang mengalami stress kategori berat. Dari hasil analisis chi-square, didapkan nilai-p sebesar 0.361, yang berarti tidak ada perbedaan signifikan antara tingkat stress yang dialami oleh mahasiswa jurusan kedokteran pasca tahun kedua dan mahasiswa jurusan sastra inggris pasca tahun kedua di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Akan tetapi, variabel yang dapat mempengaruhi tingkat stress menunjukan hasil yang signifikan di dalam studi ini, antara lain kesulitan pembelajaran terhadap stress dengan nilai-p 0.001 dan sosioekonomi terhadap stress dengan nilai-p 0.007. Kesimpulan: Studi ini menunjukan bahwa secara statistik tidak ada perbedaan signifikan antara hubungan mahasiswa jurusan kedokteran dan sastra inggris terhadap Tingkat stress, dan ini mendukung hipotesis peneliti. Perbedaan hasil jika dibandingkan dengan penelitian sebelumnya, disebabkan oleh penggunaan instrumen yang berbeda.

Background: The high difficulty of studying medicine has been recognized by public throughout the world, and there are also researches that show the significant number of medical students suffering from stress. However the question that still lingering around is do other students whom study in other subject such as English Study which is deemed to be easy by public, not suffer from stress?. This cross-sectional study will help to answer that particular question. Objective: This research is done to provide scientific information about stress level on post-sophomore students with different majors and to improve the public opinion and stigma regarding stress level in college education between different major. The result is hoped to increase the confidence and awareness of each major student about their own profession. Method: This is an observational study using a cross-sectional study design to compare the stress level of post-sophomore medical students and post-sophomore English literature students in Universitas Gadjah Mada. The data is collected using an adaptation of Holmes-Rahe Stress Scale Questionaire. A total of 84 subjects from both majors (54 from medical and 30 from English Literature). The stress-level measurement is divided into three categories; mild (score <150), moderate (score 150-300), and severe (score >300). The data in this study is analysed using Chi-square with 95% confidence level. Results: Out of 54 subjects from medical students, 35 were having severe stress-level score. As for English literature students, 22 out of 33 were having severe stress-level score. Using the chi-square analysis, the data shown p-value = 0.361 , meaning that there is no statistical significance between stress-level on both post-sophomore medical students and post-sophomore English literature students in Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. However, the effect modifier variables did have a significant correlation with stress-level; study difficulty and stress-level (p=0.001), and socioeconomic problem (p=0.007). Conclusion: The study results showed a statistically insignificant correlation between stress-level of post-sophomore medical students and post-sophomore English literature students, and this supports the hypothesis of this study. Different result from previous study is caused by different instrument used to measure stress.

Kata Kunci : Stress, stress level, holmes-rahe

  1. S1-2017-328515-abstract.pdf  
  2. S1-2017-328515-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-328515-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-328515-title.pdf