Zona Potensi Gerakan Massa Di Desa Penungkulan dan sekitarnya, Kecamatan Gebang, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah
RANGGA HENDRAWAN RACHMANSYAH, I Gde Budi Indrawan, S.T., M.Eng., Ph.D.
2017 | Skripsi | S1 TEKNIK GEOLOGIGerakan massa tanah/batuan merupakan salah satu bencana yang paling sering terjadi di Indonesia terutama disaat musim penghujan. Longsor memiliki banyak dampak negatif terhadap kehidupan manusia, seperti mengakibatkan kerusakan infrastruktur jalan, bangunan dan pemukiman, bahkan tak jarang menyebabkan kematian manusia. Kabupaten Purworejo merupakan salah satu daerah di provinsi Jawa Tengah yang memiliki tingkat kerentana tinggi terhadap gerakan massa setiap tahunnya berdasarkan data dari BPBD kabupaten Purworejo. Salah satu upaya mitigasi bencana longsor adalah dengan melakukan pemetaan zona potensi gerakan massa. Penulis melalukan pemetaan zona potensi gerakan masa dengan metode pembobotan sesuai dengan PERMEN PU NO.22 Tahun 2007 dengan parameter sifat fisik alami sebagai acuan utama. Berdasarkan metode pembobotan PERMEN PU NO.22 Tahun 2007 dengan parameter sifat fisik alami yang meliputi, kemiringan lereng, kondisi tanah, kondisi batuan penyusun lereng, curah hujan, tata air lereng, kegempaan, dan vegetasi. zona potensi gerakan massa Desa Penungkulan dibagi menjadi 3 zona yaitu zona potensi gerakan massa rendah, zona potensi gerakan masa sedang, dan zona potensi gerakan massa tinggi.aspek aktivitas manusia tidak berpengaruh secara signifikan dikarenakan masih minimnya aktivitas manusia di daerah penelitian.
Mass movement of soil/rock is one of the most common disasters in Indonesia especially when the rainy season. Landslides have many negative impacts on human life such as roads resulted in an infrastructure damage, damage to buildings and settlements, in fact rarely cause human deaths. Purworejo district is one area in Central Java province that has a high vulnerability to landslides annually based on data from BPBD of Purworejo. One of landslide disaster mitigation efforts is by mapping the zone of mass movement potential. Author mapping the zone of mass movement potential with a weighting method in accordance with Regulation Minister of Public Works No.22 of 2007, the parameters of the natural physical properties as the main reference include, slope, soil conditions, rock conditions, rainfall, slopes water system, seismicity, and vegetation. Zone of mass movement potential Penungkulan village divided into three, namely, the low zone of mass movement potential, temperate zone of mass movement potential, and high zone of mass movement potential. Humanity aspects did not affect the mass movement potential due to very minimal of human activity in the research area.
Kata Kunci : Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.22 Tahun 2007, Zona potensi gerakan massa/Regulation minister of public works no.22 of 2007, Zone of mass movement potential