Efektivitas Kawal Pemilu sebagai Alternatif Baru Mekanisme Demokrasi
ENDAH BUDIARTI, Dr. Phil. Gabriel Lele, S.I.P., M.Si.
2017 | Skripsi | S1 ILMU ADMINISTRASI NEGARA (MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK)Kontestasi pemilihan presiden RI pada tahun 2014 yang hanya menampilkan dua kandidat calon pasangan membuat perhatian publik terpecah menjadi dua kubu besar. Situasi politik di Indonesia semakin memanas dengan adanya pengakuan kedua kubu yang saling mendeklarasikan kemenangan seusai pemilihan umum digelar. Hal ini diperparah dengan adanya beberapa media dan lembaga survei yang melakukan hitung cepat pada hasil rekapituasi suara yang belum tentu kebenarannya. Oleh sebab itu, muncullah organisasi Kawal Pemilu yang dapat secara efektif mengawal pemilu dengan memberikan informasi yang dapat dipercaya oleh publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktorfaktor apa saja yang mempengaruhi efektivitas organisasi Kawal Pemilu. Kerangka pemikiran yang dibangun adalah bagaimana Kawal Pemilu sebagai sebuah organisasi mencapai tujuan dengan cara yang efektif dalam pelaksanaan pilpres 2014. Adapun jenis penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data yang digunakan diambil melalui wawancara sebagai data primer dan didukung dengan dokumentasi video, foto dan artikel ilmiah sebagai data sekunder. Dari hasil penelitian di lapangan, dapat dikatakan bahwa organisasi Kawal Pemilu dapat secara efektif melakukan tugas dan fungsinya sesuai dengan pencapaian tujuan organisasi. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas tersebut yaitu adanya inovasi teknologi yang dapat membantu memudahkan semua anggota untuk mengolah data dan manajemen internal organisasi yang dikelola dengan baik. Oleh sebab itu, Kawal Pemilu harus mempertahankan komitmennya untuk tetap menghidupkan semangat demokrasi di Indonesia. Selain itu, Kawal Pemilu perlu memperkuat struktur organisasi internal, sehigga apabila nantinya dibutuhkan kembali, koordinasi yang dilakukan akan lebih mudah, mengingat Kawal Pemilu bukan organisasi permanen.
Indonesian Presidential Elections in 2014 which is show only two candidates, making public attention was split into two major view. The political situation in Indonesia is getting heated in presence after the both sides declare a mutual victory after a election held. This is reacted by the presence of several media and pollsters who did a quick count on the results that is not necessarily true. Therefore, comes "Kawal Pemilu" organization which is can effectively oversee the election to provide reliable information to the public. This study aims to determine the factors that influence the effectiveness of organization Kawal Pemilu. The framework problems that exist in the 2014 presidential election is how "Kawal Pemilu" as a organizations achievetheir goal with the effective way. The type of research is using descriptive qualitative method with case study approach. The data used are taken through interviews as the primary data and supported by video, photos and scientific articles documentation as a secondary data. From the research in the field, it can be concluded that "Kawal Pemilu" organization can effectively doing their duties and functions in accordance with the achievement and organizational goals. The factors that influence the effectiveness is the innovation of technology that can facilitate all members to process and manage the data and internal management organization. Therefore, "Kawal Pemilu" should maintain its commitment to keep alive the spirit of democracy in Indonesia. In addition, "Kawal Pemilu" need to strengthen the internal organizational structure, so, ifit needed, this sort of coordination would be easier, because organization of "Kawal Pemilu" is not a permanent organization.
Kata Kunci : pemilu, organisasi, efektivitas organisasi/ election, organization, organizational effectiveness