Urgensi dan Prospek Pengaturan Pelayanan dan Pembinaan Lembaga Pemasyarakatan Terhadap Terpidana Mati Selama Menunggu Waktu Eksekusi
EKA MAYANG TANJUNG, Dra. Dani Krisnawati, S.H.,M.Hum.
2017 | Skripsi | S1 ILMU HUKUMPenelitian hukum ini bertujuan untuk mengetahui pelayanan dan pembinaan lembaga pemasyarakatan Kelas II A Yogyakarta terhadap terpidana mati selama menunggu waktu eksekusi, mengingat saat ini ada empat terpidana mati yang sedang menunggu eksekusi di lembaga pemasyarakatan tersebut. Penelitian hukum ini juga bertujuan untuk mengetahui urgensi dan prospek pengaturan pelayanan dan pembinaan lembaga pemasyarakatan terhadap terpidana mati selama menunggu waktu eksekusi. Metode penelitian yang digunakan dalam peneltian hukum ini adalah bersifat normatif empiris. Penelitian dilakukan dengan metode kepustakaan terlebih dahulu dengan mencari bahan-bahan penulisan hukum dengan memahami konsep dan teori hukum untuk memperoleh data sekunder, kemudian melakukan penelitian lapangan untuk memperoleh data primer. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa kejaksaan sebagai pihak yang menitipkan dan bertanggung jawab atas terpidana mati tidak memberikan suatu pedoman khusus sehingga dalam hal pelayanan dan pembinaan yang diberikan lembaga pemasyarakatan kepada terpidana mati, mengacu pada ketentuan umum yaitu Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan. Untuk itu, perlu segera dirumuskan pola pelayanan dan pembinaan lembaga pemasyarakatan terhadap terpidana mati selama menunggu waktu eksekusi secara rinci dan mendetail. Pola tersebut dapat mencakup pengaturan terkait penerimaan dan pendaftaran, penempatan, wali pemasyarakatan, hak-hak, pembinaan yang diberikan, pengamanan dan pengawasan, perawatan, koordinasi antara kejaksaan dan lembaga pemasyarakatan, serta perihal berakhirnya pelayanan dan pembinaan lembaga pemasyarakatan terhadap terpidana mati.
Legal research aims to determine the correctional services and coaching Class II A Yogyakarta on death row while awaiting execution time, considering there are currently four death row inmates who are awaiting execution in the correctional institution. Legal research also aims to determine the urgency and the prospect of setting and coaching services to death row prisons while awaiting execution time. The method used in other research of this law is normative empirical. The study was conducted by the method of literature prior to seeking legal writing materials to understand the concepts and theories of law to obtain secondary data, and conduct field research to obtain primary data. Based on the survey results revealed that the prosecutor as the party who left and is responsible for the death row inmates did not give a specific guidance so that in terms of service and guidance provided penitentiary to death row, referring to the general provisions of that Act No. 12 of 1995 concerning Corrections. For that, it needs to be formulated patterns and coaching services to death row prisons during the waiting period in detail and detailed execution. The pattern may include arrangements related to admissions and enrollment, placement, correctional trustee, rights, guidance provided, security and surveillance, maintenance, coordination between prosecutors and prisons, as well as the services and guidance regarding the expiry of prisons to death row.
Kata Kunci : Pelayanan dan Pembinaan, Lembaga Pemasyarakatan, Terpidana Mati, Menunggu Waktu Eksekusi.