Laporkan Masalah

Pengembangan Ekowisata Model Desa Konservasi (MDK) Kapota di Taman Nasional Wakatobi

JIMI PURNAMA PUTRA S, Dr. Ir. Lies Rahayu Wijayanti Faida, M.P.; Dr. Ir. Ris Hadi Purwanto, M.Agr.Sc.

2017 | Tesis | S2 Ilmu Kehutanan

Model Desa Konservasi (MDK) Kapota merupakan desa model dalam kawasan Taman Nasional Wakatobi (TNW) yang diarahkan untuk pengembangan ekowisata, namun sampai saat ini pengembangan ekowisata MDK Kapota belum optimal. Tujuan penelitian ini adalah membuat klasifikasi potensi pengembangan objek dan daya tarik wisata alam yang terdapat di Pulau Kapota, mengetahui dukungan modal sosial masyarakat Desa Kapota dalam pengembangan ekowisata, mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh dalam pengembangan ekowisata MDK Kapota, dan merumuskan strategi pengembangan ekowisata MDK Kapota. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan melakukan pengumpulan data primer dan data sekunder. Responden masyarakat ditentukan berdasarkan random sampling sederhana dengan jumlah responden 190 orang. Responden pengunjung ditentukan dengan menggunakan accidental sampling dan diperoleh sebanyak 50 orang. Analisis data terdiri dari Pedoman Analisis Daerah Operasi Obyek dan Daya Tarik Wisata Alam (ADO-ODTWA) Ditjen PHKA Departemen Kehutanan Tahun 2003, analisis deskriptif kualitatif, analisis SWOT, analisis model interaktif yang dikembangkan oleh (Miles dan Hubermann) dan analisis Analytical Hierarchi Process (AHP).. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian potensi terhadap 7 objek wisata alam secara keseluruhan termasuk dalam klasifikasi layak untuk dikembangkan sebagai potensi ODTWA. Modal sosial masyarakat Desa Kapota secara keseluruhan relatif mendukung pengembangan ekowisata. Faktor kekuatan internal yang paling berpengaruh dalam pengembangan ekowisata adalah faktor aksesibilitas ke Desa Kapota dekat dan mudah di jangkau dari ibukota Kabupaten Wakatobi dan faktor perilaku dan sikap masyarakat yang ramah terhadap tamu atau pengunjung sedangkan faktor kelemahan internal yang paling berpengaruh adalah faktor keterampilan dan pengetahuan masyarakat dibidang ekowisata masih rendah. Faktor eksternal peluang yang paling berpengaruh adalah faktor perkembangan teknologi dan informasi yang semakin pesat sedangkan Faktor eksternal ancaman adalah pengelolaan sampah dan penataan lingkungan yang bersih dan sehat belum terkelola dengan baik. Terdapat 4 strategi prioritas pengembangan ekowisata MDK Kapota yaitu meningkatkan kualitas sumberdaya manusia lokal di bidang ekowisata, meningkatkan upaya atau program pendidikan lingkungan terhadap masyarakat dan wisatawan/pengunjung, mengoptimalkan peran fasilitator/kelembagaan masyarakat dalam pengembangan ekowisata, dan membangun jaringan/jejaring usaha di bidang ekowisata.

Conservation Village Model (CVM) Kapota is a model village within Wakatobi National Park (WNP) that is directed to ecotourism development, but until now the development of Kapota CVM ecotourism has not been optimal yet. The purpose of this research is to make the classification of the potential of object development and natural tourist attraction in Kapota Island, to know the social capital support of Kapota Village community in ecotourism development, to know the influencing factors in the development of ecotourism CVM Kapota, and to formulate the development strategy of ecotourism CVM Kapota. This research was conducted by using qualitative and quantitative descriptive research approach by collecting primary data and secondary data. The respondents were determined based on simple random sampling with 190 respondents. The visitor respondent was determined by accidental sampling and obtained by 50 people. Data analysis consisted of Guidance of Area Analysis of Operation of Object and Nature Attraction of PHKA Ministry of Forestry Year 2003, qualitative descriptive analysis, SWOT analysis, interactive model analysis developed by (Miles and Hubermann) and Analytical Hierarchi Process (AHP). The results showed that the potential assessment of 7 natural attractions as a whole was included in the proper classification to be developed as natural tourist attraction potential. The social capital of the Kapota community as a whole is relatively supportive of ecotourism development. The most influential internal strength factor in ecotourism development is accessibility factor to Kapota Village near and easy to reach from Wakatobi regency capital and behavioral factor and public attitude toward visitor or visitor while the most influential internal weakness factor is skill factor and public knowledge in field Ecotourism is still low. External factors are the most influential opportunities are the factors of technological development and information that increasingly rapidly while external factors are the threat of waste management and the arrangement of clean and healthy environment has not been managed properly. There are 4 priority strategies of ecotourism development: improving the quality of local human resources in the field of ecotourism, enhancing environmental education programs or programs to the community and tourists, optimizing the role of community facilitators / facilitators in ecotourism development, and establishing network / business network in the field of ecotourism.

Kata Kunci : MDK Kapota, Ekowisata, Modal Sosial Masyarakat, Strategi Pengembangan Prioritas

  1. S2-2017-390328-abstract.pdf  
  2. S2-2017-390328-bibliography.pdf  
  3. S2-2017-390328-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2017-390328-title.pdf