Laporkan Masalah

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PERILAKU PENGGUNAAN KONDOM SEBAGAI PENCEGAHAN PENULARAN HIV/AIDS PADA REMAJA DI INDONESIA

RISALATUN NIKMAH, Dr. Yuni Kusmiyati, S.ST., MPH. ; Murni, S.Si.T, S.Pd., M.Sc ; Drs. Abdul Wahab, MPH.

2017 | Tugas Akhir | D4 BIDAN PENDIDIK SV

Remaja merupakan kelompok potensial yang perlu mendapatkan perhatian serius. Proporsi remaja Indonesia memiliki angka yang cukup besar, menurut proyeksi penduduk oleh BAPPENAS, jumlah remaja Indonesia pada tahun 2015 sebanyak 27% dari total penduduk. Namun pada saat ini remaja seringkali terjerumus pada hubungan seksual pranikah yang juga merupakan penyumbang angka HIV/AIDS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi perilaku pencegahan HIV/AIDS dengan menggunakan kondom pada remaja yang sudah melakukan hubungan seksual pranikah. Metode penelitian menggunakan desain cross sectional menganalisis data SKRRI 2012. Populasi target adalah seluruh remaja Indonesia dengan sampel remaja berusia 15-24 tahun yang sudah melakukan hubungan seksual pranikah berjumlah 1.541 orang yang diambil dengan teknik total sampling. Data diperoleh dari Badan Pusat Statistik dan analisis data dilakukan secara univariat, bivariat serta multivariat. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square (α=0,05) sedangkan analisis multivariat menggunakan regresi logistik biner. Variabel prediktor yang mempunyai pengaruh signifikan terhadap terjadinya perilaku pencegahan HIV/AIDS dengan menggunakan kondom pada remaja yang sudah melakukan hubungan seksual pranikah adalah jenis kelamin, daerah tempat tingal, patner berhubungan seksual (dengan pacar), mengakses 3 jenis media massa, memiliki pengetahuan tinggi, serta komunikasi kesehatan reproduksi dengan teman dan lainnya (guru, tokoh agama, petugas kesetahan dan pacar) karena memiliki tingkat kemaknaan (p-value < 0,05). Hasil analisis multivariabel menunjukkan bahwa faktor yang paling berpengaruh adalah jenis kelamin. Laki-laki berisiko 2,000 kali lebih besar dalam perilaku penggunaan kondom sebagai pencegahan penularan HIV/AIDS dibandingkan dengan perempuan.

Adolescence is a potential group that needs serious attention. The proportion of Indonesian teenagers have large enough numbers, according to population projections by the National Development Planning Agency, the number of teenagers Indonesia in 2015 as much as 27% of the total population. But at this moment the adolescent is often mired in premarital sexual relations is also a contributor to the numbers of HIV / AIDS. This study aims to determine the factors that influence the behavior of the prevention of HIV / AIDS by using condoms in adolescents who have had sexual intercourse before marriage. The research method using cross sectional data analysis IYARHS 2012. The target population was all over Indonesia with a sample of adolescents adolescents aged 15-24 years who have had sexual intercourse before marriage amounted to 1,541 people taken by total sampling technique. Data obtained from the Central Bureau of Statistics and data analysis univariate, bivariate and multivariate analysis. The bivariate analysis using Chi-square test (α = 0.05), while multivariate analysis using binary logistic regression. The predictor variables that have a significant influence on the behavior of the prevention of HIV / AIDS by using condoms in adolescents who have had sexual intercourse before marriage is sex, area of tingal, partner sexual intercourse (with a girlfriend), access to three types of mass media, have a high knowledge, as well as reproductive health communication with friends and others (teachers, religious leaders, officials kesetahan and girlfriend) because it has a significance level (p-value <0.05). Results of multivariable analysis showed that the most influential factor is gender. Men's 2,000 times greater risk behavior in use of condoms as prevention of transmission of HIV / AIDS than women.

Kata Kunci : HIV/AIDS, kondom, remaja