PERTUMBUHAN MUSIMAN KLON JATI UNGGUL PADA UMUR 8 TAHUN DI KPH NGAWI DAN KPH NGANJUK PERUM PERHUTANI UNIT II JAWA TIMUR
BAYU ADHI NUGROHO, Prof. Dr. Ir. Suryo Hardiwinoto, M.Agr.Sc.;Dr. Ir. Haryono Supriyo, M.Agr.Sc
2017 | Skripsi | S1 KEHUTANANKetersediaan air akan memengaruhi produktivitas tanaman yang salah satunya ditunjukkan oleh riap diameter yang dihasilkan. Hal tersebut terkait dengan kecukupan air bagi proses fisiologis tanaman. Fluktuasi ketersediaan air ditunjukkan pada dua musim, yaitu penghujan dan kemarau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan klon jati unggul pada dua musim yang berbeda dan mengetahui pengaruh kerapatan tegakan terhadap pertumbuhan jati klon unggul. Penelitian ini dilakukan di dua lokasi, yaitu Anak Petak 64F RPH Sidowayah, KPH Ngawi, dan Anak Petak 218C, RPH Senggowar, KPH Nganjuk, Jawa Timur. Metode pengambilan data dilakukan secara purposive sampling dengan membuat 9 petak ukur yang dikelompokkan menjadi 3 kategori berbeda (jelek, sedang, baik) pada masing-masing lokasi pengamatan. Analisis data yang dilakukan meliputi metode Uji Komparasi Paired Sample t-test dan Analisis Regresi Linear dengan menggunakan software SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi curah hujan, maka riap diameter yang terbentuk akan semakin besar. Riap diameter pada Anak Petak 64F KPH Ngawi pada musim penghujan dan musim kemarau sebesar 0,739 cm dan 0,395 cm, sementara riap Anak Petak 218C KPH Nganjuk sebesar 0,519 cm dan 0,302 cm. Selain itu, kerapatan tegakan tinggi akan menyebabkan kompetisi, yang akan mengurangi riap dari diameter yang dihasilkan
Water availability affects plant productivity which is shown by its diameter growth increment characteristic. Diameter growth increment depends to the water availability for plants physiologic processes. The fluctuation of water availability showed in two different seasons, which are wet and dry season. This study aimed to understand the growth of superior teak clone in two different seasons and to understand the impact of the stand density towards superior teak clone growth. This study was conducted in two locations, which are Sub Compartment 64F RPH Sidowayah, KPH Ngawi, and Sub Compartment 218C, RPH Senggowar, KPH Nganjuk, East Java. The data were collected using purposive sampling by making 9 sampling plots which is categorized into 3 different categories (lower, intermediate, higher) in each research location. Data analysis was conducted by applying Compare Means Paired Sample t-test and Linear Regression Analysis using SPSS software. The result of the study showed that if the rainfall was higher then the diameter growth increment will be larger. Diameter growth increments in Sub Compartment 64F KPH Ngawi in wet season and dry season are 0.739 cm and 0.395 cm. Meanwhile growth diameter increment in Sub Compartment 218C KPH Nganjuk in wet season and dry season are 0.519 cm and 0.302 cm. Other than that, stand density could affect competition, which would decrease the diameter growth increment shown by its stand.
Kata Kunci : pertumbuhan musiman, jati, klon unggul, ketersediaan air, kerapatan;seasonal growth, teak, superior clone, water availability, density