Faktor-faktor Penentu Harga Kedelai di Indonesia: Analisis Data Runtun Waktu Periode 1971-2013
ALVIAN NURHADI, R.M. Gunawan Sumodiningrat, Prof., Dr., M.Ec.
2017 | Skripsi | ILMU EKONOMIPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor penentu harga kedelai di Indonesia menggunakan data runtun waktu pada periode 1971-2013. Faktor-faktor yang diduga mempengaruhi harga kedelai domestik antara lain impor kedelai, produksi kedelai domestik, konsumsi kedelai domestik, harga kedelai dunia, dan liberalisasi perdagangan kedelai. Dalam mengestimasi faktor-faktor penentu harga kedelai domestik, model analisis Two Stage Least Square (TSLS) seperti yang dirumuskan Aldillah (2014) tidak dapat digunakan karena ketidakstasioneran data sehingga digunakan analisis dinamis Autoregressive Distributed Lag (ARDL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa impor kedelai memiliki pengaruh positif dalam jangka pendek dan negatif dalam jangka panjang terhadap harga kedelai domestik namun dengan pengaruh yang sangat kecil. Produksi kedelai domestik dan liberalisasi perdagangan kedelai berpengaruh negatif baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang, sedangkan konsumsi kedelai domestik dan harga kedelai dunia berpengaruh positif baik dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang.
This study aims to identify and analyize determinants of the price of soybean in Indonesia using time series data on 1971-2013. Determinants of domestic soybean price are soybean import, domestic soybean production, domestic soybean consumption, world soybean price, and soybean trade liberalization. To estimate the determintants of domestic soybean price, Two Stage Least Square (TSLS) model as formulated by Aldillah (2014) can not be used due to nonstasionary time series data so that dynamic analysis Autoregressive Distributed Lag (ARDL) is used. The result show that soybean import have positive effect on the short run and negative effect on the long run but with very little effect. Domestic soybean production and soybean trade liberalization have negative effect both in the short run and in the long run while domestic soybean consumption and world soybean price have positive effect both in the short run and in the long run.
Kata Kunci : Harga kedelai domestik, Impor Kedelai, Liberalisasi perdagangan kedelai, Runtun waktu, ARDL