Laporkan Masalah

PERUBAHAN PEMANFAATAN RUANG PASCA RUNTUHNYA JEMBATAN MAHAKAM KUTAI KARTANEGARA (Kasus: Jalan Wolter Mongonsidi dan Jalan AP Mangkunegara, Kota Tenggarong)

DINDA ISMI RESKIA, Dr. Ir. Suryanto, MSP

2017 | Skripsi | S1 PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

Menurut Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang, penataan ruang kota bertujuan untuk menciptakan ruang yang aman, nyaman, produktif, dan berkelanjutan. Namun kenyataannya, kini kota menghadapi berbagai permasalahan yang jauh dari tujuan penataan ruang kota tersebut. Salah satu penyebab terjadinya munculnya permasalahan kota yaitu terjadinya suatu bencana yang menyebabkan fungsi-fungsi kota tidak berjalan dengan semestinya. Dalam hal ini, penelitian dilakukan untuk melihat seberapa besar perubahan guna lahan dan perubahan transportasi yang terjadi akibat runtuhnya jembatan Mahakam Kutai Kartanegara dan melihat dampak yang ditimbulkan dari runtuhnya jembatan Mahakam tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini studi kasus dengan beberapa bekal temuan yang didapat dari berbagai sumber buku dan internet serta melihat kondisi lapangan yang ada. Pendekatan yang digunakan adalah penedekatan induktif kualitatif untuk memaparkan fenomena yang ada serta menggambarkan perkembangan yang terjadi. Setelah dilakukan pengkajian, ditemukukan perubahan guna lahan dan perubahan transportasi yang tidak signifikan. Hal ini dikarenakan perubahan guna lahan di sekitar kawasan jembatan Mahakam terjadi karena angkutan ringan seperti mobil dan sepeda motor. Selain itu kegiatan yang terdapat di kawasan sekitar jembatan Mahakam juga tidak mengalami perubahan yang signifikan seperti adanya Taman yang didukung dengan banyaknya pedagang kaki lima (PKL). Hanya saja pada kondisi sekarang setelah jembatan Mahakam yang baru dibangun mulai beroperasi, pemerintah mulai gencar menambah fasilitias umum dan fasilitas sosial untuk mendukung kawasan sekitar jembatan Mahakam sebagai kawasan pusat perkotaan khususnya di Kota Tenggarong.

aims to create a space which is safe, comfortable, productive, and sustainable. But in reality, the city is now facing some various problems which are far from the city spatial planning purpose. One of the causes that make the problem in the city is due to the disaster that make the function of the city not running properly. In this case, this research will be done to see how big the changes of land use and transportation that occur as a result from the collapse of Mahakam bridge of Kutai Kartanegara and see the impact from the collapse of Mahakam bridge. The method that used in this research is case study with some provision that found from various sources such as books and internet also look at the condition of field that served. This research use a qualitative inductive approach to explain the phenomenon that exist and describe the development that happen. After assessment, found that the changes in land use and transportation are not significant. There are due to the changes in land use around Mahakam bridge occurs because light transport such ass cars and motorcycles. Beside that the activities that happen around the Mahakam bridge also not change significantly like there is a park that supported by street vendors. Nowadays, after the new Mahakam bridge start to operate, the government start aggressively to gain some public and social facilities to support the area around the Mahakam bridge as the center of the city especially in Tenggarong city.

Kata Kunci : Guna lahan, transportasi, perubahan, jembatan / Land use, transportation, changes, bridge