Perlindungan Hukum Terhadap Hak Cipta Firmware di Indonesia Kasus PT Internux Indonesia dan Toko Cumi Laut Software Development
YAN PUTRA JALO SITUMORANG, Nugroho Amien Sutijarto, SH, M.Si.
2017 | Skripsi | S1 ILMU HUKUMPenulisan hukum ini bertujuan untuk mengetahui tindakan yang dilakukan oleh Cumi Laut Software Development atas upaya modifikasi terhadap firmware yang dimiliki PT Internux merupakan tindakan yang dibenarkan atau tidak secara hukum. Selain itu juga mengetahui bagaimana penegakan hukum hak kekayaan intelektual firmware di Indonesia baik dalam pengaturan nya serta tindakan yang dilakukan apabila terjadi pelanggaran. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian yang bersifat yuridis normatif , yaitu penelitian secara penelitian hukum yang mengkaji hukum tertulis dari berbagai aspek, yaitu aspek teori, filosofis, perbandingan, struktur dan komposisi, lingkup dan materi, konsistensi, penjelasan umum dan pasal demi pasal. Metode yuridis normatif dipertajam dengan wawancara pada narasumber untuk mengetahui lebih lanjut mengenai objek yang diteliti. Dengan metode ini dapat dihasilkan jawaban dari rumusan masalah penelitian. Dari hasil penelitian ini diperoleh bahwa tindakan modifikasi yang dilakukan oleh Cumi Laut Software Development merupakan tindakan yang tidak dibenarkan secara hukum dikarenakan melanggar Pasal 78 ayat (8) UU Nomor 19 Tahun 2002 juncto Pasal 27 UU Nomor 19 Tahun 2002 atas tindakan merusak sarana kontrol teknologi milik PT.Internux dan Pasal 28 ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2002 atas tindakan menjual hasil pelanggaran hak cipta. Untuk penegakan hukum atas pelanggaran menggunakan prinsip ultimum remidium, serta masih banyaknya kendala dalam penegakan hak kekayaan intelektual firmware ini.
This writing law aims to understand act done by Cumi Laut Software Development for efforts to modification firmware owned by PT Internux was an act of justified or not legally .In addition also know how law enforcement intellectual property rights firmware in indonesia good in arrangement his as well as actions that done if there was a penalty . Research methodology used is that research is juridical normative , namely research in research law that looked at written law from various aspects of , namely aspects the theory , philosophical , comparison , the structure and composition , scope and matter , consistency , a general explanation and article by article .A method of juridical normative sharpened by interviews in speakers to find out more about object the treatment .With this method can be produced the answer to formulation problems research . The research is obtained that the act of the modification which done by Cumi Laut software development is a not justified legally because violated article 78 paragraph 8 of act number 19 year 2002 juncto article 27 act number 19 in 2002 on the act of damaging facilities technology controls belonging to pt.internux and article 28 paragraph ( 2 of law number 19 in 2002 on the act of sell their offense copyright.For law enforcement for violation of using the principle ultimum remidium, and there are still many obstacles in the enforcement of rights intellectual property firmware.
Kata Kunci : sarana kontrol teknologi, firmware, pengrusakan, hak cipta