Laporkan Masalah

PENGUJIAN KEMAMPUAN Agrobacterium sp. DALAM MEMPENGARUHI SERAPAN Hg2+ BAGI TANAMAN JAGUNG (Zea mays)

HUSNUL FAIDAH W, Prof. Ir. Irfan D. Prijambada, M.Eng., Ph. D. ; M. Saifur Rohman, M. Eng., Ph. D.

2017 | Skripsi | S1 MIKROBIOLOGI PERTANIAN

Merkuri merupakan logam berat beracun yang dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius. Teknologi remediasi untuk mengurangi konsentrasi merkuri di lingkungan dapat dilakukan melalui fitoremediasi menggunakan tanaman yang dapat menyerap merkuri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan bakteri Agrobacterium sp. dalam meningkatkan serapan Hg2+ oleh tanaman jagung (Zea mays). Pengujian toleransi bakteri terhadap cekaman Hg dilakukan menggunakan medium minimal dengan sumber karbon glukosa. Kemampuan sel Agrobacterium sp. yang sedang tumbuh, sel yang tidak tumbuh (resting cells), dan supernatan dari media yang telah digunakan untuk menumbuhkan Agrobacterium sp., untuk mengimobilisasi Hg2+ diuji dengan menambahkan HgCl2 ke dalamnya dan kemudian diinkubasi selama 24 jam. Penambahan HgCl2 ke dalam biakan Agrobacterium sp. yang sedang tumbuh dilakukan pada fase log akhir (48 jam setelah inokulasi), sedangkan penambahan HgCl2 ke dalam suspensi sel Agrobacterium sp. yang tidak sedang tumbuh dilakukan setelah pemisahan sel dari media pertumbuhan mereka melalui sentrifugasi dan kemudian disuspensikan kembali ke dalam larutan penyangga Tris HCl pH 7,2. HgCl2 kemudian ditambahkan ke dalam suspensi sel dan supernatan, dan diinkubasi selama 24 jam. Konsentrasi Hg dalam fase air setelah inkubasi ditentukan menggunakan mercury analizer. Fase air kemudian juga diberikan kepada tanaman jagung untuk melihat efeknya pada serapan merkuri oleh tanaman. Hasil pengujian toleransi bakteri terhadap Hg2+ menunjukkan bahwa Agrobacterium sp. mampu tumbuh dengan sedikit penghambatan di minimal medium dengan HgCl2 pada konsentrasi 8 ppm. Konsentrasi Hg di dalam fase cair sel yang disuspensikan dalam larutan penyangga Tris HCl pH 7,2 adalah yang tertinggi di antara semua perlakuan, diikuti oleh supernatan. Konsentrasi Hg dalam medium yang ditumbuhi sel Agrobacterium sp. adalah yang terendah dan tidak memiliki perbedaan yang nyata dengan konsentrasi Hg di dalam medium yang tidak diinokulasi. Adanya anion di dalam medium, yang dapat mengakibatkan pengendapan Hg2+, diduga menjadi penyebabnya. Hasil pengujian terhadap kandungan Hg di dalam tanaman menunjukkan bahwa Agrobacterium sp. tidak mempengaruhi penyerapan Hg2+ oleh tanaman jagung.

Mercury is a toxic heavy metal that can cause serious health problems. Remediation technology to reduce the concentration of mercury in the environment can be done through phytoremediation using plant that can absorp mercury. The aim of this research was to elucidate the ability of Agrobacterium sp. to improve the absorption of Hg2+ by maize (Zea mays). The test for bacterial tolerance against Hg was conducted by using glucose minimal medium. The abilities to immobilize Hg2+ of growing cells, resting cells, and supernatant of medium where Agrobacterium sp. was cultivated in it were examined by adding HgCl2 and then incubated for 24 h. Addition of HgCl2 into the growing Agrobacterium sp. was done at its final log phase (48 h after inoculation), while the addition of HgCl2 into the resting cells of Agrobacterium sp. was done after their separation from their growth medium by centrifugation folowed by their resuspension in Tris HCl buffer pH 7.2. To both the resuspended cells and the supernatant, HgCl2 was then added and incubated for 24 h. The concentrations of Hg in the aqueous phases after incubation were then determined by mercury analyzer. The aqueous phases were then given to maize plant to see its effect on mercury uptake by the plant. The result of Hg2+ tolerance test showed that Agrobacterium sp. was able to grow with slight inhibition in minimal medium with HgCl2 at a concentration of 8 ppm. The concentration of Hg in aquaeus phase of cells resuspended in Tris HCl buffer pH 7.2 is the highest among treatments followed by the supernatant. The concentration of Hg in the medium of growing cells is the lowest and has no significant differences with the one in the uninoculated medium. The existence of anions in the medium which may resulted in the precipitation of Hg2+ may be the cause. Examination of Hg content in plants indicates that Agrobacterium sp. did not influenced Hg2+ absorption by Zea mays.

Kata Kunci : merkuri, Agrobacterium sp., sel yang sedang tumbuh, sel istirahat, supernatan, jagung