Laporkan Masalah

KEANEKARAGAMAN, DISTRIBUSI SPASIAL, DAN TEKANAN PERBURUAN ORDO ANURA DI HUTAN KEMUNING, TEMANGGUNG

DENNIS AL BIHAD, drh. Subeno M. Sc.

2017 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Anura merupakan salah satu ordo dari kelas amfibi yang paling banyak ditemukan di Indonesia. Anura merupakan satwa yang sangat peka terhadap perubahan lingkungan seperti pencemaran air, pengrusakan hutan, ataupun perubahan iklim sehingga anura dapat dijadikan indikator lingkungan. Hutan Kemuning merupakan salah satu kawasan hutan di Pulau Jawa yang masih memiliki beranekaragam jenis satwa liar. Kurangnya perhatian Perhutani dalam pengelolaan satwa liar menyebabkan masih terjadinya perburuan di Hutan Kemuning. Hingga saat ini belum ada penelitian mengenai jenis-jenis dan perburuan anura di Hutan Kemuning padahal kedua data itu penting untuk memonitoring keberadaan anura. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman dan distribusi spasial, serta mengetahui populasi jenis anura di Hutan Kemuning dengan mempertimbangkan perburuan di habitatnya. Pengambilan data dilakukan dua kali yaitu pada musim kemarau dan hujan. Metode pengambilan data menggunakan metode Visual Encounter Survey (VES) dengan rancangan transek dan wawancara yang dilakukan kepada para pemburu anura. Metode VES dilakukan pukul 07.00-15.00 WIB pada kawasan terrestrial dan pukul 18.00-22.00 WIB pada kawasan aquatic (sungai). Untuk menganalisis data penelitian dilakukan dengan empat metode, yaitu Indeks Shannon-Wiener, Indeks Morisita, Indeks Kelimpahan Relatif (IKR), dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 13 jenis ordo anura yang berada di Hutan Kemuning. Satu jenis anura endemik Jawa juga berhasil ditemukan yaitu Huia masonii. Nilai indeks Shannon tergolong sedang pada dua kali waktu pengambilan data (1,86 dan 1,83). Sebaran spasial jenis anura cenderung mengelompok di sungai-sungai. Perburuan anura tidak terjadi dalam skala besar. Pemburu mencari anura pada waktu tertentu, selebihnya pemburu lebih memilih untuk berburu satwa lainnya.

Anura is one of the most abundant ordo from the amphibian class found in Indonesia. Anura is sensitive to environmental changes such as water pollution, forest destruction, and climate change so that it can be used as an environmental indicator. Kemuning forest is one of the forest in Java, which still has a wide variety of wildlife. Minimal attention from Perhutani regarding the wildlife management led to anura hunting activities. Recent, there is no research about the species of anura and its hunting activities in Kemuning Forest. Those data is very crucial for future monitoring. The aims of research were to know the diversity and spatial distribution, also the population of anura species in Kemuning Forest, with consideration the hunting activities in its habitat. Data collection was conducted twice during dry and wet season. The research method used Visual Encounter Survey (VES) with transect design and interview with the Anura hunters. The method of VES was performed from 7 AM to 3 PM in the terrestrial area and from 6 PM to 10 PM in the aquatic area. Data analyzing used 4 methods such as Shannon-Wiener Index, Morisita Index, Relative Abundance Index (IKR), and descriptive analysis. The result showed there were 13 species from anura ordo in Kemuning Forest. One of those species was Javan endemic namely Huia masonii. The values of Shannon Index was 1,86 in dry season and 1,83 in wet season. Those values was catagorized as intermediate. Spatial distribution of anura species tend to clump in rivers. Anura hunting activities did not occur massively. Hunters seek for anura only in certain times, they preferred to hunt other animals on the most of other times.

Kata Kunci : Keanekaragaman jenis, distribusi spasial, perburuan anura, Hutan Kemuning