Laporkan Masalah

PENERAPAN SAMPLING PENERIMAAN PADA PRODUK ORIFLAKES DI CV SERELIA PRIMA NUTRISIA

HAFIDAH NUR AWALIA, Anggoro Cahyo Sukartiko, STP., M.P., Ph.D

2017 | Tugas Akhir | D3 AGROINDUSTRI SV

CV Serelia Prima Nutrisia adalah perusahaan yang memproduksi sereal dengan brand Oriflakes. Perusahaan ini belum menerapkan inspeksi pada produk pengemasan primer. Selain itu, keluhan pelanggan terhadap kerusakan produk pernah terjadi. Oleh karena itu, diperlukan pengendalian kualitas untuk memenuhi kepuasan konsumen. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sampel produk Oriflakes diterima atau ditolak dan mengetahui faktor penyebab penolakan. Metode yang digunakan adalah acceptance sampling dan hasil sampel ditolak dianalisis menggunakan Diagram Pareto serta Diagram Ishikawa. Metode acceptance sampling digunakan untuk penentuan penerimaan atau penolakan lot yang diamati menggunakan tabel MIL STD 105 E. Diagram Pareto digunakan untuk mengetahui permasalahan terbesar kecacatan produk. Diagram Ishikawa akan menunjukkan hubungan antara penyebab utama dan akibatnya. Kriteria yang diinspeksi adalah tampilan visual produk berupa data atribut. Berdasarkan MIL STD 105 E lot dari produk memiliki jumlah populasi sebanyak N = 200, jumlah sampel n = 13, Kode sampel = E, bilangan penerimaan c = 3. Berdasarkan penentuan tingkat AQL 10% dan bilangan penerimaan d = 4, maka lot-lot yang diperiksa dapat disimpulkan diterima, kecuali sampel produk primer rasa coklat pada pengemasan dihari senin 1 Agustus 2016. Faktor yang mempengaruhi kerusakan kemasan antara lain manusia, mesin dan metode.

CV Serelia Prima Nutrisia, a company that producing cereal with brand Oriflakes, has not implemented inspection on their primary packaging products. Therefore, the inspection for assuring quality of product in satisfying consumer is required. This study was conducted to determine product wether can be accepted or rejected and to find out the factors causing rejection. Acceptance sampling, Pareto and Ishikawa Diagram used to analyzed the obtained data. Acceptance sampling was to determine the acceptance or rejection of the observed lot using MIL STD 105 E. Pareto Diagram was used to determine the problem with the highest frequency of defective products, whereas, Ishikawa Diagram showed the relationship between the main causes and its effects product appearnees were used for inspection criteria and treated as quality atributs. Based on MIL STD 105 E population product lot N = 200, number of samples n = 13, code samples = E, acceptance number c = 3. AQL 10% and the number of rejection d = 4, the lots being examined can be concluded accepted, except chocolate-flavored product samples packaging on Monday August 1st, 2016. Product defect were affected by human, machine and methode.

Kata Kunci : Acceptance Sampling, produk cacat, Diagram Pareto, Ishikawa / Acceptance Sampling, product defect, Pareto, Ishikawa Diagram

  1. D3-2017-367645-abstract.pdf  
  2. D3-2017-367645-bibliography.pdf  
  3. D3-2017-367645-tableofcontent.pdf  
  4. D3-2017-367645-title.pdf