Laporkan Masalah

PROGRAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN KOPERASI SYARIAH GEMI DI YOGYAKARTA

VIDA FARIDA A, Dewi Cahyani Puspitasari, S.Sos,. M.A.

2017 | Skripsi | S1 SOSIOLOGI

Lembaga Keuangan Mikro Syariah di Indonesia dewasa ini cukup berkembang pesat. Mekanisme sistemnya banyak yang mengadopsi keberhasilan program kredit mikro Grameen Bank di Bangladesh. Salah satu Lembaga Keuangan Mikro Syariah yang berkembang di Yogyakarta yaitu Koperasi Syariah GEMI yang memfokuskan pada pemberdayaan perempuan pelaku usaha mikro. Dilatarbelakangi dari permasalahan sosial-ekonomi masyarakat miskin di Yogyakarta, khususnya kaum perempuan pemilik usaha. Perempuan miskin banyak diantaranya yang mengalami kesulitan akses keuangan untuk memperoleh dana pinjaman untuk modal usaha. Salah satu hambatannya adalah rumitnya sistem keuangan formal, besarnya jaminan pinjaman dan bunga pinjaman yang cukup tinggi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk melihat konsep program pemberdayaan ekonomi perempuan yang dilakukan GEMI dan respon yang dialami oleh anggotanya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Lokasi penelitian di kantor pusat GEMI yang berlokasi di Jalan Veteran 57 Warungboto, Umbul Harjo, Yogyakarta dan anggota GEMI yang lokasi rumahnya berada di wilayah Bantul. Adapun pengambilan informan menggunakan teknik semi terstruktur. Informan dalam penelitian ini yakni 3 orang anggota yang sudah lama keanggotaannya dan pihak pengurus GEMI. Sedangkan teknik pengumpulan data dengan menggunakan observasi, wawancara mendalam dan studi pustaka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa GEMI berperan dalam proses pemberdayaan ekonomi perempuan melalui program kredit mikro, pelatihan skill usaha, pembentukan bisnis sosial yang bertujuan untuk membantu pemasaran produk anggota, dan program yang bersifat charity. Perempuan menjadi sasaran target utama dalam pemberdayaan ini dikarenakan mereka dianggap mampu lebih konsisten dan disiplin dalam menjalankan mekanisme pemberdayaan dan mampu memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan keluarganya secara menyeluruh dikarenakan perempuan lebih peka terhadap permasalahan rumah tangganya. Selain itu, respon positif juga dirasakan oleh anggota. Kemandirian ekonomi anggota dapat diukur dari perkembangan usahanya, kecukupan dalam kebutuhan rumah tangga dan pendidikan anak-anak mereka yang semakin membaik dari sebelumnya. Oleh sebab itu, pemberdayaan GEMI dianggap mampu memberikan didikan dan motivasi kepada perempuan dalam mengembangkan usaha mikronya dan meningkatkan kemandirian ekonomi keluarganya.

Islamic Microfinance Institution in Indonesia today is developing rapidly. The mechanism of the system are adopting successful from micro-credit program of Grameen Bank in Bangladesh. One of them, growing in Yogyakarta that is GEMI's Islamic Cooperation, which focuses on the empowerment of women micro entrepreneurs. Against the backdrop of the social and economic problems of the poor in Yogyakarta, especially women business owners. Many of them are poor women who have difficulties in accessing finance to obtain loans for venture capital funds. One obstacle is the complexity of the formal financial system, the amount of loan guarantees and interest on loans are quite high. Therefore, this study aimed to examine the concept of women's economic empowerment program conducted GEMI and responses experienced by its members. This study used a qualitative method with descriptive approach. The research location is in GEMI head office that located at Veteran Street no. 57 Warungboto, Umbul Harjo, Yogyakarta and the members of GEMI are location in Bantul. The informant retrieval using a semi-structured techniques. Informants in this study, there are three members who had long membership and who active in GEMI officials. While data collection techniques is using observation, interview and literature. The results of this study is indicated GEMI has a role in the economic empowerment of women through micro-credit programs, business skills training, the establishment of social business dedicated to helping members marketing products and charity program. Women become the main target in the empowerment targets is because they are considered capable of more consistent and disciplined in running the empowerment mechanisms and capable of providing a positive impact on overall family welfare because women are more sensitive to the problems of the household. In addition, the positive response was also felt by the members. The economic independence member can be measured from the development of its business, the adequacy of the household and the education of their children is getting better than before. Therefore, empowerment GEMI considered capable of providing education and motivation to women in developing micro businesses and improve their economic independence.

Kata Kunci : Lembaga Keuangan Mikro Syariah, Pemberdayaan ekonomi perempuan, kredit mikro, sosial-ekonomi/ Islamic Microfinance Institution, women's economic empowerment, micro-credit, socio-economics.