Strategi Pemberdayaan Masyarakat Melalui Kampung Edukasi Watu Lumbung
DIAS AMANDA, Dr. Krisdyatmiko, S.Sos., M.Si.
2017 | Skripsi | S1 ILMU PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN (SOSIATRI)Pemberdayaan masyarakat melalui kawasan wisata, dengan memanfaatkan sumber daya yang dapat dijadikan potensi, menjadi isu penting untuk diteliti. Isu ini sedang menjadi bahan pembicaraan dalam pembangunan masyarakat melalui pengembangan objek-objek wisata yang memanfaatkan posensi lokal. Pengembangan tersebut memunculkan kegiatan bagi masyarakat lokal dalam mencapai tujuan yaitu kesejahteraan. Penelitian ini berjudul "Strategi Pemberdayaan Melalui Kampung Edukasi Watu Lumbung". Fokus penelitian ini adalah melihat bagaimana strategi pemberdayaan yang digunakan oleh Kampung Edukasi Watu Lumbung di Dusun Jelapan, Desa Seloharjo dan Dusun Kretek, Desa Parangtritis dalam memanfaatkan potensi alam dan masyarakat lokal maupun pendatang dalam membentuk sebuah kampung yang beredukasi baik masyarakat maupun pengunjung. Peneliti menggunakan konsep pemberdayaan dan sustainable livelihood approach dalam menganalisis data yang ada dilapangan. Konsep pemberdayaan berfungsi sebagai kerangka dalam melihat upaya-upaya pemberdayaan yang ada di kawasan tersebut. Konsep pemberdayaan juga berfungsi untuk mengungkapkan bagaimana proses pemberdayaan dengan kekuatan dan kekuasaan yang dilengkapi dengan konsep sustainable livelihood approach dalam menganalisis proses pengelolaan sumber daya yang ada dan strategi kehidupan berkelanjutan di Kampung Edukasi Watu Lumbung. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Unit analisis dalam penelitian ini adalah pengelolaan dan kegiatan yang berada di Kampung Edukasi Watu Lumbung secara keseluruhan. Penelitian ini mendapatkan 25 informan, di mana 4 informan didapatkan melalui teknik purposive sampling dan 21 informan melalui teknik snowball sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara dengan indept interview, observasi partisipatif aktif, dan dokumentasi. Dari data di lapangan didapatkan bahwa pengelolaan Kampung Edukasi Watu Lumbung menggunakan strategi sustainable livelihood yang menciptakan kawasan berbasis wisata, ekonomi, dan edukasi dalam satu lingkup. Strategi tersebut tercermin dalam pembagian zona dalam pembangunan kawasan ini. Tahapan dalam pemberdayaan di kawasan ini melalui penyadaran dengan menunjukkan kegiatan ekonomi dan edukasi serta pengelolaan potensi sesuai keahlian masing-masing individu. Masyarakat yang terlibat dalam pengelolaan dan kerjasama di kawasan ini memiliki kekuasaan untuk menentukan keputusan tertentu sesuai dengan lingkup kerja yang telah didistribusikan diawal sebagai pembagian kerja sesuai kemampuan masing-masing individu. Pemberdayaan di Kampung Edukasi Watu Lumbung memiliki dua sasaran yaitu pemberdayaan masyarakat baik masyarakat lokal maupun pendatang dan juga pemberdayaan bagi wisatawan dan pengunjung Kampung Edukasi Watu Lumbung. Koordinasi antar stakeholder yaitu pemerintah, masyarakat, dan pengelola menjadi peran penting dalam keberlanjutan sebuah kerangka program kehidupan di Kampung Edukasi Watu Lumbung.
Community development through community-based tourism area by utilizing future potential resources is an important issue to be used as a research material. This issue becomes a talking point especially in community development through the development of tourism attractions in community area. The development bring jobs for the local community's which will lead to community welfare as the goal. This research entitled "Community Empowering Strategies through Watu Lumbung Educational Village". The focus of this research is to see how the empowerment strategy applied in Watu Lumbung Educational Village which located in Dusun Jelapan, Desa Seloharjo and Dusun Kretek, Desa Parangtritis to utilize the nature, local and newcomer potential to make educational village for the local and tourists. The researcher use empowerment concept and sustainable livelihood approach to analyze the data gathered. Empowerment concept used as the framework to see the empowerment efforts in Watu Lumbung Educational Village. Empowerment concept also used to describe the process of empowering the community in order to give authority and ability needed which completed by the sustainable livelihood approach to analyze the process of resource management and live sustainability strategies in Watu Lumbung Educational Village. The research method used is descriptive qualitative research. The analyzed unit is Watu Lumbung Educational Village. There are 25 informants were obtained for the research, in which 4 informants are obtained through purposive sampling and 21 informants obtained through snowball sampling. Three data collection techniques used in this research are in-depth interview, active participant observations, and documentations. The data gathered shows that the management at Watu Lumbung Educational Village use sustainable livelihood approach strategy which creates all in one tourism, economy and educational based area. The strategy used is reflected in the area zoning on the developed area. The empowerment stages in this region through self-awareness by showing the economy activity, educating, and one's expertise management. The community involved in the management and collaboration in this region has the authority to choose particular decision according to their job description which has been distributed in the beginning of job division according to their expertise. The empowerment done in Watu Lumbung Educational Village has two targets. They are the local and new comer also aimed for the tourists and visitors in Watu Lumbung Educational Village. Coordination between stakeholders (government, community itself, and manager) is crucial to the sustainability of the community framework in Watu Lumbung Educational Village to empower its people.
Kata Kunci : pemberdayaan masyarakat, strategi sustainable livelihood approach / community empowerment, sustainable livelihood approach strategy