Laporkan Masalah

Ketahanan Terhadap Bencana di Permukiman Nelayan Kota Probolinggo

CICILIA CHRYSTA BW, Deva Fosterharoldas Swasto, S.T., M.Sc., Ph.D. ; M. Sani Roychansyah, S.T., M.Eng., D.Eng.

2017 | Tesis | S2 Perencanaan Kota dan Daerah

Ketahanan terhadap bencana merupakan salah satu indikator keberhasilan pembangunan pada daerah rawan bencana. Salah satu prioritas kajian ketahanan bencana ditujukan pada permukiman nelayan yang memiliki kerentanan bencana dan merupakan kawasan paling terdampak bencana di wilayah pesisir. Permukiman nelayan Kota Probolinggo dengan jumlah nelayan terbesar jika dibandingkan kota-kota pesisir lain di Provinsi Jawa Timur yang memiliki kelas risiko bencana multi ancaman tinggi merupakan wilayah yang penting untuk diteliti dengan pendekatan ketahanan bencana. Penelitian ini ditujukan untuk mengukur tingkat ketahanan terhadap bencana, mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi ketahanan terhadap bencana serta strategi adaptasi untuk meningkatkan ketahanan terhadap bencana di permukiman nelayan. Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk merepresentasikan kebutuhan pendekatan guna peningkatan ketahanan bencana di permukiman nelayan dan wilayah pesisir dengan karakteristik sejenis. Penelitian ini dilakukan pada permukiman nelayan Kelurahan Mayangan yang memiliki kompleksitas sistem dari luas wilayah, jumlah nelayan dan dukungan sistem minapolitan terbesar. Pendekatan penelitian ini adalah deduktif dengan metode gabungan kuantitatif dan kualitatif. Data yang digunakan yaitu data primer melalui kuesioner persepsi stakeholder kunci dan masyarakat pada permukiman nelayan serta data sekunder yang terkait dengan pengelolaan bencana. Sedangkan metode analisis yang digunakan yaitu analisis kuantitatif dengan metode CCR (Coastal Community Resilience) untuk penilaian tingkat ketahanan bencana dan analisis skala likert untuk identifikasi faktor-faktor ketahanan bencana serta analisis kualitatif untuk mengidentifikasi strategi adaptasi ketahanan becana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat ketahanan bencana permukiman nelayan masuk dalam kategori kelas ketahanan sedang, dimana faktor internal yang berasal dari karakteristik masyarakat lokal dengan kerentanan sosial ekonomi sebagai faktor yang mempengaruhi ketahanan bencana dan keterbatasan pengembangan strategi adaptasi untuk meningkatkan ketahanan bencana pada adaptasi fisik. Kerentanan masyarakat tersebut menyebabkan belum adanya kemandirian komunitas serta besarnya ketergantungan terhadap peran pihak eksternal (khususnya pemerintah) dalam mendukung upaya peningkatan ketahanan bencana dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana.

Disaster resilience is one of the indicators of successful development in disaster prone areas. One of the priorities of disaster resiliency studies directed at fisherman's settlement that has a vulnerability to disasters and an area that most affected by disaster in coastal regions. Fisherman's settlement of Probolinggo City, with the largest number of fishermen when compared to other coastal city in East Java province, which has disaster risk for a variety of threats with high category, becomes important area to be researched with disaster resiliency approach. The purpose of this research are to measure the level of disaster resiliency, to identify factors that affect disaster resiliency, as well as to explore adaptation strategies to improve disaster resiliency in fisherman's settlement. The results of this study can be used to represent approach that needed to increase disaster resiliency in fisherman's settlement and coastal areas with similar characteristics. This research takes an area at fisherman's settlement of Mayangan Sub District that has complexity from total area, number of fishermen and support of the larger minapolitan system. This research approach is deductive with combination (mixed) of quantitative and qualitative methods. Data for this study are primary information through questionnaires from perceptions of the key stakeholders and members of the community on a fisherman's settlement, and also secondary data related to disaster management. The analysis method used quantitative analysis of CCR method (Coastal Community Resilience) for assessing the level of disaster resiliency and likert scale analysis to identify factors that affect disaster resiliency as well as utilized qualitative analysis to identify adaptation strategies of disaster resiliency. The results showed that the level of disaster resiliency from the fisherman's settlement is in the category of medium resilience class, where the internal factors that come from the characteristics of local communities with social and economic vulnerability as a factor that affecting disaster resiliency and the limited development of adaptation strategies to increase disaster resiliency - only on classification of physical adaptation. The vulnerability of the society caused lack of community self-reliance and the large dependence on the role of external parties (especially the government) in support of efforts to increase disaster resiliency and preparedness for disasters.

Kata Kunci : Ketahanan Bencana, Permukiman Nelayan, Wilayah Pesisir

  1. S2-2017-389100-abstract.pdf  
  2. S2-2017-389100-bibliography.pdf  
  3. S2-2017-389100-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2017-389100-title.pdf